analisa fundamental saham KETR semester I 2026

Pendapatan turun 24,5%, tapi laba bersih anjlok 51,5%. Apa yang sebenarnya terjadi pada saham KETR di semester I 2026?

Analisa fundamental saham KETR (PT Ketrosden Triasmitra Tbk) ini membedah laporan keuangan terbarunya dengan bahasa sederhana: dari mana uangnya datang, kenapa biaya kantor melonjak, dan apakah utangnya yang makin ringan cukup jadi penyeimbang. Cocok untuk pemula maupun investor berpengalaman.

Analisa Fundamental · KETR

Analisa ini membedah Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) PT Ketrosden Triasmitra Tbk dan Entitas Anaknya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Ringkasnya: pendapatan turun, biaya kantor justru naik, sehingga laba bersih terpangkas lebih dari separuh — tapi neraca perusahaan malah makin sehat.

Tulisan ini disusun ramah pemula: setiap bagian dilengkapi analogi sederhana, sementara angka lengkapnya tetap tersedia untuk investor berpengalaman. Kalau kamu baru belajar membaca laporan keuangan, mulai dari panduan analisa fundamental saham kami, lalu kembali ke artikel ini.

📄 Sumber data: Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) per 30 Juni 2026 dan 2025 — PT Ketrosden Triasmitra Tbk dan Entitas Anak. Dokumen resmi dapat diunduh dari situs emiten dan keterbukaan informasi di idx.co.id.

Infografis · KETR Semester I 2026
Pendapatan turun 24,5%, laba bersih terpangkas 51,5%
Pendapatan Usaha
Rp390,85 M
▼ 24,5% YoY
Beban Usaha
Rp70,29 M
▲ 45,3% YoY
Laba Bersih
Rp61,89 M
▼ 51,5% YoY
DER
58,3%
▼ dari 68,7%
YoY = dibanding periode yang sama tahun lalu (Semester I 2025). Sumber: laporan keuangan KETR per 30 Juni 2026.
01 · Istilah Kunci

6 Istilah Penting Analisa Fundamental Saham KETR untuk Pemula

Anggap perusahaan seperti warung bakso. Setiap istilah di bawah ini punya "versi warung"-nya supaya lebih mudah dibayangkan. Investor yang sudah familiar bisa langsung lanjut ke bagian berikutnya.

Pendapatan

Total uang yang diterima perusahaan dari jualan atau jasa, sebelum dikurangi biaya apa pun.

🍜 Omzet: semua uang dari pembeli bakso hari ini.

Laba Kotor

Pendapatan dikurangi biaya langsung produksi/proyek. Menunjukkan efisiensi bisnis inti.

🍜 Omzet dikurangi harga daging, mie, dan bumbu.

Laba Usaha

Laba kotor dikurangi biaya kantor sehari-hari (gaji, sewa, dll). Cermin kesehatan operasional.

🍜 Sisa setelah bayar gaji pegawai, sewa lapak, listrik.

Laba Bersih

Sisa akhir untuk pemegang saham, setelah semua biaya, bunga pinjaman, dan pajak dikurangi.

🍜 Uang yang benar-benar masuk kantong pemilik.

Margin %

Persentase laba dibanding pendapatan. Makin tinggi, makin efisien perusahaan mencetak untung.

🍜 Dari tiap Rp100 omzet, berapa rupiah yang jadi untung.

DER

Rasio utang berbunga dibanding modal sendiri (ekuitas). Makin rendah, makin ringan beban utang.

🍜 Berapa banyak modal pinjaman dibanding modal sendiri untuk buka warung.

Catatan: angka DER 58,3% di artikel ini dihitung dari utang berbunga terhadap ekuitas (Rp716,3 M ÷ Rp1.229,42 M), bukan total seluruh liabilitas.

02 · Ringkasan Eksekutif

Ringkasan Kinerja Keuangan KETR Semester I 2026: Laba Bersih Turun 51,5%

Pendapatan Usaha
Rp390,85 M
▼ 24,5% YoY
Laba Bruto
Rp175,64 M
▼ 23,7% YoY
Beban Usaha
Rp70,29 M
▲ 45,3% YoY
Laba Usaha
Rp105,34 M
▼ 42,1% YoY
Laba Bersih
Rp61,89 M
▼ 51,5% YoY
Laba per Saham
Rp21,78
▼ 51,5% YoY
🍜
Analogi sederhana

Bayangkan omzet warung turun seperempat, tapi gaji pegawai, asuransi, dan ongkos konsultan malah naik. Wajar kalau untung bersihnya anjlok lebih dari separuh. Itulah yang terjadi di KETR: penjualan turun, biaya kantor naik cepat.

Versi detail: beban usaha naik 45,3% saat pendapatan turun 24,5%, menekan margin usaha dari 35,2% menjadi 27,0%. Jumlah saham beredar tidak berubah, sehingga laba per saham ikut turun dengan persentase yang sama dengan laba bersih, yaitu 51,5% (dari Rp44,89 menjadi Rp21,78).

03 · Sumber Pendapatan

Sumber Pendapatan KETR: Kabel Dasar Laut Masih Dominan 71,3%

Sebagian besar uang KETR datang dari proyek pemasangan kabel bawah laut. Sifatnya musiman dan bergantung pada proyek besar, bukan rutin tiap bulan.

Komposisi Pendapatan — Semester I 2026
Total pendapatan: Rp390,85 miliar
71,3%Kabel Dasar Laut
Kabel Dasar Laut — 71,3%Rp278,56 M · proyek besar, sifatnya tidak rutin
Jasa O&M — 25,1%Rp98,19 M · pendapatan berulang, tumbuh +5,1%
Kabel Darat — 3,3%Rp12,96 M · turun tajam 71,0%
Sewa Jalur Telekom — 0,3%Rp1,13 M · flat
Pendapatan per Lini Usaha
dalam miliar Rupiah · Semester I 2025 vs Semester I 2026
Kabel Dasar Laut▼ 26,3%
H1 2025
378,15
H1 2026
278,56
Jasa O&M▲ 5,1%
H1 2025
93,43
H1 2026
98,19
Kabel Darat▼ 71,0%
H1 2025
44,70
H1 2026
12,96
Sewa Jalur Telekomflat
H1 2025
1,13
H1 2026
1,13
Semester I 2025Semester I 2026
🏗️
Analogi sederhana

Kabel dasar laut itu seperti tukang bangunan yang dapat proyek rumah besar: sekali dapat, penghasilannya besar, tapi bulan depan belum tentu ada proyek lagi. Jasa O&M (operasi dan pemeliharaan) seperti langganan servis AC: kecil per kontrak, tapi rutin dan lebih bisa ditebak.

Sisi positif: Jasa O&M satu-satunya lini besar yang tumbuh (+5,1%) dan porsinya sudah 25,1% dari total pendapatan. Ini bantalan pendapatan berulang di tengah bisnis proyek yang naik-turun.
04 · Konsentrasi Pelanggan

Pelanggan Utama KETR: Penjualan Kabel ke Mora Telematika Melonjak

Order dari pelanggan luar makin sedikit, sementara order dari perusahaan yang berelasi dengan pemilik KETR makin besar. Berikut penjualan sistem kabel serat optik menurut pelanggan utama.

Penjualan Kabel per Pelanggan Utama
dalam miliar Rupiah · Semester I 2025 vs Semester I 2026
PT Pusat Fiber Indonesia▼ 78,8%
H1 2025
188,89
H1 2026
39,98
PT Remala Abadi▼ 43,4%
H1 2025
143,29
H1 2026
81,04
PT Solnet Indonesia▼ 97,9%
H1 2025
31,80
H1 2026
0,66
PT Iforte Solusi Infotek▲ 191,6%
H1 2025
16,47
H1 2026
48,03
PT Mora Telematika Indonesia Tbk *▲ 2.292%
H1 2025
3,29
H1 2026
78,71
Semester I 2025Semester I 2026

* PT Mora Telematika Indonesia Tbk tercatat sebagai pihak berelasi.

Porsi Mora Telematika dari penjualan kabel
0,8% → 26,9%
pihak berelasi
Penjualan kabel ke pihak ketiga
Rp420,69 M → Rp213,95 M
turun sekitar 49%
🤝
Analogi sederhana

Seperti toko yang pembeli umumnya makin sepi, tapi omzetnya ditopang oleh "saudara sendiri" yang makin sering belanja. Tidak salah, tapi pembaca wajar bertanya: apakah harganya wajar dan apakah belanjanya akan terus berlanjut?

Yang perlu dicermati: lonjakan penjualan ke pihak berelasi memang menahan penurunan pendapatan, tetapi keberlanjutannya bergantung pada kontrak dan kewajaran harga transaksi. Transaksi dengan pihak berelasi sebaiknya selalu dicek di catatan laporan keuangan.
05 · Beban Usaha

Beban Usaha KETR Naik 45,3% Saat Pendapatan Turun

Beban usaha adalah biaya "kantor" sehari-hari: gaji, jasa konsultan, asuransi, dan sejenisnya. Total beban usaha naik dari Rp48,39 M menjadi Rp70,29 M. Berikut lima komponen dengan kenaikan absolut terbesar.

Lima Komponen Beban Usaha dengan Kenaikan Terbesar
dalam miliar Rupiah · Semester I 2025 vs Semester I 2026
Biaya Karyawan▲ 41,8%
H1 2025
27,84
H1 2026
39,48
Penyusutan & Amortisasi▲ 34,9%
H1 2025
8,58
H1 2026
11,58
Jasa Profesional▲ 140,3%
H1 2025
3,10
H1 2026
7,45
Asuransi▲ 150,3%
H1 2025
1,88
H1 2026
4,71
Perbaikan & Pemeliharaan▲ 191,1%
H1 2025
0,74
H1 2026
2,14
Semester I 2025Semester I 2026
🏠
Analogi sederhana

Seperti keluarga yang gajinya turun, tapi cicilan asuransi, biaya konsultan, dan uang bulanan asisten rumah tangga justru naik. Selama pengeluaran tetap tinggi, tabungan (laba) pasti menyusut lebih cepat daripada penurunan gajinya.

Catatan hitungan: kelima pos di atas menyumbang kenaikan sekitar Rp23,2 M, sedikit lebih besar dari total kenaikan beban usaha Rp21,9 M. Artinya ada pos beban lain yang justru turun sehingga menahan kenaikan total.
06 · Tren Laba

Laba Bersih dan Margin KETR Semester I 2026 Turun di Setiap Lini

Dari pendapatan sampai laba bersih, semua baris turun. Yang paling mencolok adalah laba usaha (-42,1%) dan laba bersih (-51,5%).

Pendapatan hingga Laba Bersih
dalam miliar Rupiah · Semester I 2025 vs Semester I 2026
Pendapatan▼ 24,5%
H1 2025
517,42
H1 2026
390,85
Laba Bruto▼ 23,7%
H1 2025
230,31
H1 2026
175,64
Laba Usaha▼ 42,1%
H1 2025
181,93
H1 2026
105,34
Laba Bersih▼ 51,5%
H1 2025
127,54
H1 2026
61,89
Semester I 2025Semester I 2026
Ke Mana Perginya Setiap Rp100 Pendapatan?
Dari setiap Rp100 pendapatan, laba bersih turun dari Rp25 menjadi Rp16
Semester I 2025
Biaya langsung 55,5
9,3
10,5
Bersih 24,7
Semester I 2026
Biaya langsung 55,1
17,9
11,2
15,8
Biaya langsung proyek Beban usaha (biaya kantor) Bunga, pajak & pos lain Laba bersih
MarginH1 2025H1 2026Arti untuk pemula
Margin Kotor44,5%44,9%Efisiensi proyek relatif terjaga
Margin Usaha35,2%27,0%Turun karena biaya kantor naik
Margin Bersih24,7%15,8%Untung bersih per Rp100 pendapatan menyusut
Insight kunci: margin kotor justru stabil (44,5% → 44,9%). Jadi, masalahnya bukan di kemampuan KETR mengerjakan proyek, melainkan di biaya kantor yang naik saat pendapatan turun.
07 · Neraca

Utang dan DER KETR Membaik: Refinancing Obligasi Rp220 Miliar

Posisi keuangan 31 Desember 2025 dibanding 30 Juni 2026. Kabar baiknya, utang perusahaan menyusut dan porsinya terhadap modal sendiri makin ringan, di tengah laba yang turun.

DER (utang berbunga / ekuitas)
68,7% → 58,3%
membaik
Utang berbunga
Rp802,1 M → Rp716,3 M
turun 10,7%
Kas & setara kas
Rp255,5 M → Rp196,7 M
turun 23,0%
Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
dalam miliar Rupiah · 31 Desember 2025 vs 30 Juni 2026
Total Aset
Des 2025
2.393,14
Jun 2026
2.346,92
Total Liabilitas▼ menyusut
Des 2025
1.225,66
Jun 2026
1.117,50
Total Ekuitas▲ menguat
Des 2025
1.167,49
Jun 2026
1.229,42
31 Desember 202530 Juni 2026
🔄
Analogi sederhana

Refinancing obligasi mirip melunasi cicilan lama lalu mengambil cicilan baru dengan tenor lebih panjang. Beban jatuh tempo dalam waktu dekat berkurang, tapi kewajibannya berpindah ke jangka panjang. Tidak otomatis lebih murah, hanya lebih lega di waktu dekat.

Refinancing obligasi: obligasi lama Rp168 M dilunasi dan diganti obligasi baru Rp220 M bertenor lebih panjang. Akibatnya, kewajiban jangka pendek turun sedangkan jangka panjang naik. Total utang berbunga tetap menyusut menjadi Rp716,3 M meski ada penerbitan obligasi baru Rp220 M.

Kas & setara kas turun 23,0% (Rp255,5 M → Rp196,7 M), sebagian dipindahkan ke investasi jangka pendek yang naik dari Rp27 M menjadi Rp55 M. Jadi tidak seluruh penurunan kas berarti uangnya "hilang".

08 · Kesimpulan

Kesimpulan Analisa Saham KETR & Hal yang Perlu Dipantau Investor

Bisnis penjualan sistem kabel bawah laut KETR bersifat proyek (lumpy), sehingga penurunan pendapatan H1 2026 sebagian besar wajar secara siklus. Tapi kombinasi kenaikan beban usaha dan pergeseran ke pihak berelasi layak terus dipantau.

1
Disiplin biaya

Beban usaha naik 45,3% saat pendapatan turun. Perlu klarifikasi apakah kenaikan biaya karyawan, jasa profesional, dan asuransi bersifat satu kali atau permanen.

2
Ketergantungan pihak berelasi

Porsi penjualan kabel ke PT Mora Telematika Indonesia Tbk naik dari 0,8% menjadi 26,9%. Perlu dicermati kewajaran harga dan keberlanjutan kontraknya.

3
Backlog & proyek baru

Penurunan tagihan bruto pemberi kerja dan liabilitas kontrak mengindikasikan proyek besar 2025 telah selesai. Penting memantau pipeline proyek baru untuk semester berikutnya.

4
Leverage membaik

DER turun dari 68,7% ke 58,3% dan total utang berbunga menyusut. Sisi neraca menjadi titik positif di tengah tekanan laba.

Baca juga
Panduan Analisa Fundamental Saham untuk Pemula
Pelajari cara membaca laporan keuangan, rasio penting, dan langkah menilai emiten sebelum berinvestasi →
09 · Tanya Jawab

FAQ Saham KETR: Pertanyaan Seputar Laporan Keuangan Semester I 2026

Saham KETR itu saham apa?

KETR adalah kode saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk, emiten yang bergerak di penjualan sistem kabel serat optik (terutama kabel dasar laut dan kabel darat), jasa operasi dan pemeliharaan (O&M), serta sewa jalur telekomunikasi.

Kenapa laba bersih KETR turun di semester I 2026?

Ada dua penyebab utama. Pertama, pendapatan turun 24,5% menjadi Rp390,85 M, terutama dari kabel dasar laut dan kabel darat. Kedua, beban usaha naik 45,3% menjadi Rp70,29 M. Gabungan keduanya membuat laba bersih turun 51,5% menjadi Rp61,89 M.

Apakah penurunan pendapatan KETR berarti bisnisnya memburuk?

Belum tentu. Bisnis kabel dasar laut bersifat proyek sehingga pendapatannya naik-turun mengikuti proyek yang selesai. Yang perlu dipantau adalah kenaikan biaya usaha dan ketersediaan proyek baru.

Bagaimana kondisi utang KETR?

Membaik. DER (utang berbunga terhadap ekuitas) turun dari 68,7% menjadi 58,3%, dan utang berbunga menyusut dari Rp802,1 M menjadi Rp716,3 M. KETR juga melakukan refinancing obligasi lama Rp168 M dengan obligasi baru Rp220 M bertenor lebih panjang.

Siapa PT Mora Telematika Indonesia Tbk dalam laporan KETR?

Perusahaan ini tercatat sebagai pihak berelasi KETR. Penjualan kabel ke perusahaan tersebut melonjak dari Rp3,29 M menjadi Rp78,71 M, sehingga porsinya naik dari 0,8% menjadi 26,9% dari penjualan kabel.

Berapa harga saham KETR hari ini?

Laporan keuangan tidak memuat harga pasar real-time. Untuk harga terkini, cek aplikasi sekuritas atau laman resmi idx.co.id. Untuk memahami cara menilai apakah suatu saham murah atau mahal, baca panduan analisa fundamental saham.

Sumber & metodologi. Seluruh angka pendapatan, biaya, laba, dan neraca dalam analisa ini dihitung dari Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) PT Ketrosden Triasmitra Tbk dan Entitas Anak per 30 Juni 2026 dan 2025. Persentase perubahan (YoY) dan margin dihitung ulang dari angka laporan tersebut. Tidak ada angka proyeksi yang dicampur ke dalam data historis.
Ditulis oleh
Zaenal Mustopa, S.E.
Analis Keuangan, Pareto Saham · Profil lengkap

Analisa ini bersifat informatif & edukatif untuk tujuan riset, bukan rekomendasi, ajakan, atau nasihat untuk membeli/menjual efek tertentu. Redaksi Pareto Saham tidak menerima kompensasi dari PT Ketrosden Triasmitra Tbk maupun afiliasinya sehubungan dengan penulisan artikel ini. Kinerja keuangan masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab pembaca — selalu lakukan riset mandiri & rujuk dokumen resmi di IDX sebelum mengambil keputusan.