Selama ini Dharma Polimetal dikenal sebagai pemasok komponen kendaraan konvensional. Lewat satu kesepakatan dengan raksasa komponen asal Tiongkok, perusahaan ini mencoba meloncat masuk ke rantai pasok kendaraan listrik dunia.
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menempuh jalur yang cukup jarang dilakukan emiten komponen otomotif lokal untuk masuk ke bisnis kendaraan listrik: alih-alih membangun kapabilitas dari nol, perusahaan ini menggandeng langsung salah satu pemain global di rantai pasok EV, Minth Group, lewat pembentukan usaha patungan (joint venture) bernama PT Dharma Minth Indonesia.
Minth Group bukan nama baru di industri komponen otomotif dunia. Perusahaan asal Tiongkok ini telah menjadi mitra bagi lebih dari 80 merek ternama secara global — sebuah jaringan yang langsung dibawa masuk DRMA begitu kemitraan ini terbentuk.
Siapa Memegang Kendali di Usaha Patungan Ini?
Menariknya, meski JV ini lahir dari inisiatif DRMA, mayoritas saham justru dipegang mitra globalnya. Susunan ini lazim ditemui dalam kemitraan yang mengutamakan transfer teknologi dan standar produksi dari pemain global, ketimbang sekadar soal siapa mengendalikan entitas usahanya.
Seiring tren penggunaan kendaraan listrik yang makin berkembang, kita melihat bahwa pasar komponen kendaraan jenis ini juga terus membesar. Untuk menangkap peluang pasar yang makin besar itulah DRMA menggandeng Minth Group sebagai mitra strategis dengan membentuk usaha patungan. — Irianto Santoso, President Direktur Dharma Polimetal
Komponen Baru yang Belum Pernah Diproduksi Dharma Group
Dharma Minth Indonesia tidak akan bersaing dengan lini produk Dharma Group yang sudah ada, melainkan mengisi kekosongan portofolio yang selama ini belum digarap — terutama komponen-komponen inti kendaraan listrik.
Harapan kami, kemitraan strategis ini juga akan membuka peluang bagi DRMA untuk melakukan penetrasi kepada pelanggan baru. — Irianto Santoso, President Direktur Dharma Polimetal
Jalan Menuju Produksi Komersial
Pemanfaatan fasilitas produksi yang sudah dimiliki Dharma Group menjadi salah satu keunggulan taktis dari kemitraan ini — mempercepat waktu ke pasar (time-to-market) dibanding harus membangun kapabilitas produksi benar-benar dari nol.
Dua Manfaat yang Dibidik DRMA
Bagi manajemen DRMA, nilai dari kemitraan ini tidak melulu soal pendapatan jangka pendek dari investasi Rp45 miliar yang tergolong kecil untuk ukuran aksi korporasi. Yang lebih ditekankan adalah dua manfaat jangka panjang.
Kami optimis, setidaknya kerja sama ini akan memberikan dua manfaat positif bagi Dharma Group, yaitu transfer teknologi dan terbentuknya mesin pertumbuhan pendapatan yang baru. — Irianto Santoso, President Direktur Dharma Polimetal
Relevansi bagi Investor
Bagi investor yang mengikuti saham DRMA, kemitraan ini layak dibaca sebagai langkah diversifikasi jangka panjang, bukan katalis kinerja jangka pendek. Nilai investasi awal Rp45 miliar tergolong kecil dibanding skala bisnis Dharma Group secara keseluruhan, dan pabriknya baru ditargetkan beroperasi pada kuartal II 2027 — sehingga kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian realistis baru akan terlihat setelah itu.
Yang lebih relevan dipantau dalam jangka menengah adalah bagaimana transfer teknologi dari Minth Group termanifestasi menjadi kapabilitas produksi baru, serta apakah akses ke jaringan 80+ merek global tersebut benar-benar membuahkan kontrak-kontrak baru bagi Dharma Group. Perkembangan ini juga relevan dipantau dalam konteks pertumbuhan sektor komponen otomotif Indonesia secara lebih luas, seiring transisi industri menuju kendaraan listrik.

0Komentar