Rights issue Rp3,2 triliun yang digalang INET akhir tahun lalu kini mulai berbuah nyata: perusahaan ini resmi mengakuisisi 60% saham spesialis kabel bawah laut, PT Sarana Global Indonesia.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperkuat bisnis infrastruktur digitalnya lewat akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI), perusahaan spesialis rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik. Nilai transaksi pengambilalihan ini mencapai Rp280,4 miliar.
Lewat akuisisi ini, INET menargetkan terbentuknya kapabilitas infrastruktur kabel laut yang terintegrasi — mulai dari perencanaan, konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan — dalam satu ekosistem usaha.
Bagian dari Rangkaian Ekspansi yang Sudah Berjalan
Akuisisi ini bukan langkah yang berdiri sendiri. Ia menyambung rangkaian aksi korporasi INET yang sudah bergulir sejak akhir 2025, ketika perseroan menggalang dana besar khusus untuk ekspansi fiber dan kabel laut.
Dengan kata lain, akuisisi SGI dapat dibaca sebagai salah satu realisasi konkret dari dana rights issue yang telah direstui OJK — mengubah komitmen ekspansi di atas kertas menjadi kapabilitas usaha yang nyata.
Rekam Jejak SGI di Proyek Kabel Bawah Laut Nasional
SGI bukan pemain baru. Perusahaan ini memiliki rekam jejak panjang dalam pembangunan dan pemeliharaan jaringan kabel bawah laut di berbagai penjuru Indonesia, termasuk proyek strategis nasional Palapa Ring.
Selain kabel serat optik, SGI juga berpengalaman dalam pemasangan kabel listrik bawah laut, termasuk pemasangan kabel daya PLN–WIKA sepanjang 36 kilometer dengan tiga sirkuit, serta proyek interkoneksi Singapura–Malaysia. SGI turut mengerjakan pemulihan dan perbaikan sirkuit sepanjang periode 2023–2025.
Armada Khusus untuk Pekerjaan di Dasar Laut
Kapabilitas SGI ditopang oleh dua armada khusus yang keduanya berbendera Indonesia:
Kapasitas: 6.133 GT
Dilengkapi ROV hingga kedalaman 2.500 m
Kapasitas: 4.212 GT
Fungsi: penggelaran kabel bawah laut
Basis Pendapatan Berulang dari Kontrak Jangka Panjang
Di luar rekam jejak proyek, SGI juga menggenggam sejumlah kontrak pemeliharaan multi-tahun yang menjadi salah satu daya tarik utama akuisisi ini bagi INET — berpotensi memberikan basis pendapatan berulang (recurring revenue) yang lebih stabil dibanding proyek konstruksi yang sifatnya sekali jalan.
| Mitra | Cakupan | Durasi |
|---|---|---|
| PT Palapa Timur Telematika | Jaringan Palapa Ring Timur, 4.571 km | 15 tahun sejak 2019 |
| PT Len Telekomunikasi Indonesia | Palapa Ring Tengah, 1.807 km | Multi-tahun |
| PT Mora Telematika Indonesia | Jalur Sape–Ende–Kupang–Bajo | Multi-tahun |
Indonesia adalah negara kepulauan, dan masa depan digital kita secara harfiah terletak di dasar laut. Melalui akuisisi SGI, INET memiliki kemampuan end-to-end untuk membangun, mengoperasikan, dan menjaga jaringan yang menghubungkan Indonesia. Akuisisi ini merupakan investasi untuk memperkuat kedaulatan konektivitas Indonesia. — Muhammad Arif, Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Status Transaksi di Mata Regulator
Transaksi akuisisi 60% saham SGI senilai Rp280,4 miliar ini dikategorikan sebagai Transaksi Material berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020. Perseroan menyatakan transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020. Keterbukaan informasi atas transaksi ini telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Relevansi bagi Investor
Bagi investor yang mengikuti perjalanan saham INET sejak rights issue akhir 2025, akuisisi SGI ini layak dibaca sebagai bukti eksekusi dari rencana ekspansi yang sebelumnya masih berupa komitmen dana. Dua hal yang relevan dipantau ke depan: seberapa besar kontribusi kontrak pemeliharaan multi-tahun SGI terhadap pendapatan konsolidasian INET, serta apakah akses ke segmen kabel listrik bawah laut benar-benar membuka lini bisnis baru di luar fiber optik yang selama ini menjadi fokus utama perseroan.

0Komentar