Saham HSC adalah: penjelasan, risiko, dan daftar 80 saham HSC BEI Oktober 2026
Edukasi Saham · Bursa Efek Indonesia

Saham HSC adalah saham yang hampir seluruhnya dipegang segelintir pemegang saham. Per Oktober 2026, BEI mencatat 80 saham masuk daftar ini setelah ambang batas diturunkan. Berikut penjelasan simpelnya, risikonya, dan daftar lengkapnya.

Saham HSC adalah saham dengan High Shareholding Concentration, yaitu kondisi saat kepemilikan saham perusahaan terpusat pada segelintir pemegang saham atau kelompok yang saling terafiliasi. Per Oktober 2026, jumlahnya mencapai 80 saham. Saham kamu salah satunya?

80Saham dalam Daftar HSC
19Saham Baru Masuk
2Saham Keluar
Rp5 TAmbang Baru (dari Rp10 T)
T = Triliun Rupiah. Sumber: BEI, per Oktober 2026. Daftar dapat berubah pada setiap evaluasi BEI.

Apa Itu Saham HSC?

HSC adalah singkatan dari High Shareholding Concentration. Pemegang sahamnya biasanya keluarga pendiri, pengendali, atau holding company. Pada banyak emiten, porsi kepemilikan kelompok ini bisa 95% sampai di atas 99%.

Ilustrasi: Kue 100 Potong

Bayangkan 97 dari 100 potong kue sudah dipegang satu keluarga atau satu perusahaan induk. Sisa 3 potong diperebutkan ribuan investor publik. Sisa inilah yang disebut free float. Angka di atas hanya ilustrasi, bukan data satu emiten tertentu.

Contoh Kepemilikan Terkonsentrasi

Porsi Dikuasai Pemegang Saham Tertentu
BREN
97,31%
TBIG
96,62%
DSSA
95,76%
MTEL
95,58%

Sumber: data BEI. Sisa yang sangat kecil di luar kelompok pengendali berarti free float terbatas.

Kenapa Saham HSC Berisiko?

Free float tipis

Saham yang benar-benar beredar bebas sangat sedikit, jadi barangnya langka.

Likuiditas rendah

Susah beli atau jual dalam jumlah besar karena pembeli dan penjualnya terbatas.

Harga lebih liar

Transaksi kecil pun bisa menggerakkan harga.

HSC Bukan Berarti Salah

Bukan sanksi

Status HSC bukan pelanggaran hukum, melainkan informasi transparansi struktur kepemilikan.

Tetap bisa diperdagangkan

Tidak otomatis delisting. Hanya saja, tidak masuk indeks utama.

Dampak ke indeks: saham HSC dikeluarkan dari indeks utama BEI, yaitu LQ45, IDX30, dan IDX80. Artinya saham HSC tidak ikut dihitung dalam indeks yang menjadi acuan banyak investor institusi.

Perkembangan Daftar HSC 2026

Linimasa Kebijakan HSC
4 Mei 2026
HSC tak lagi masuk seleksi IDX30, LQ45, dan IDX80, mengikuti langkah MSCI
Juli 2026
Daftar HSC jadi 51 saham lewat kriteria price impact ratio
Oktober 2026
Ambang turun dari Rp10 T ke Rp5 T, daftar jadi 80 saham (19 masuk, 2 keluar)

Daftar 80 Saham HSC BEI Oktober 2026

Kode Saham HSC
Baru masuk Okt 2026 (19)Sudah ada sebelumnya (61)
BMASTBIGSSMSSMMTCITAPSABBALIMAYACLAYADESTMASBBMDINPPSAMEDMNDMTELEPMTSHIPDUTI AGIIBRENDSSAIFSHRLCOROCKSOTSWBSATCPIMGROSATUDGWGHATMSTTPBTPNBBSISILOFAPARISESOHOBBHIPGUNBINABNLISRAJMORADNETBYANDCIIMLPTGEMSMEGABELIMPROPRAYCMNPSMARCMNTMKPIKONI YUPIFITTALIIKINGELPIPOLULIFEMCOLBNIIAGARALKABKDPBAJAMDIABDKRSAFENICKMSJABIKEINDOBSWD

Daftar per Oktober 2026, bisa berubah tiap evaluasi BEI.

Tanya Jawab Seputar Saham HSC

Saham HSC adalah apa?

Saham yang kepemilikannya terpusat pada segelintir pemegang saham atau kelompok terafiliasi, sehingga free float sangat kecil.

Apakah saham HSC pasti buruk?

Tidak. Status HSC bukan sanksi dan bukan pelanggaran hukum. Saham tetap bisa diperdagangkan dan tidak otomatis delisting.

Berapa jumlah saham HSC per Oktober 2026?

80 saham, dengan 19 saham masuk dan 2 saham keluar setelah ambang batas turun dari Rp10 T ke Rp5 T.

Apakah saham HSC masuk LQ45, IDX30, dan IDX80?

Tidak. Saham HSC dikeluarkan dari ketiga indeks utama BEI tersebut.

Mau paham lebih dalam? Pelajari istilah dan dasar-dasar investasi lainnya di halaman Edukasi Saham Pareto Saham, dan ikuti Instagram @paretosaham untuk ulasan saham lainnya.
Ditulis oleh
Zaenal Mustopa, S.E.
Analis Keuangan, Pareto Saham · Profil lengkap
Disclaimer: Konten ini hanya informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing. Sumber daftar saham: Bursa Efek Indonesia (IDX), per Oktober 2026. Referensi: Bisnis.com, Antara, Kontan, Investortrust.