Saham MKNT naik 2.300 persen, laba 9M 2026 Rp15,16 miliar by Pareto Saham
Analisa Saham · Restrukturisasi

Saham MKNT naik dari Rp1 ke Rp24 sejak suspensi dua tahun dicabut. Laporan keuangan sembilan bulan 2026 mencatat laba Rp15,16 miliar, tetapi nilai perusahaan di bursa sudah sekitar Rp24,7 triliun.

PT Remitra Global International Tbk (MKNT) dulu bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. Sahamnya sempat disuspensi sejak 11 Juli 2024 di harga Rp1. Setelah suspensi dibuka pada 19 Oktober 2026, harganya naik terus hingga Rp24 pada 4 November 2026, atau sekitar 2.300%.

Pertanyaannya: apakah kenaikan itu didukung kinerja perusahaan? Artikel ini membedah laporan keuangan MKNT sembilan bulan 2026 dengan bahasa sederhana, mulai dari bisnisnya, pendapatan, biaya, laba, dividen, valuasi dibanding emiten sejenis, data restrukturisasi, sampai isu terbaru.

+2.300%Harga: Rp1 ke Rp24
Rp312,7 MPenjualan bersih 9M 2026
Rp15,16 MLaba bersih 9M 2026
−Rp48,5 MArus kas operasi
M = miliar Rupiah. 9M = sembilan bulan pertama (Januari–September). Sumber: laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026; harga saham dari Investor.id (4 November 2026).

Perusahaan Apa Ini?

MKNT tadinya perusahaan yang usahanya hampir mati: penjualan 2025 hanya Rp3,7 miliar. Pada akhir Mei 2026 perusahaan membeli dua bisnis baru, sehingga wajahnya berubah total.

Tiga Wajah MKNT
Dulu
Produk telekomunikasi dan tekstil, penjualan 2025 hanya Rp3,7 M dan rugi bruto Rp3,8 M.
Besi baja (CBS)
PT Citra Baru Steel di Serang, pengolahan dan perdagangan besi baja. Dibeli Rp668,0 M (99,99%).
Udang (RUM)
PT Radja Udang Malingping di Serang, tambak udang vaname. Dibeli Rp156,5 M (99,99%).
Rencana
Ekspansi ke energi terbarukan, khususnya pengolahan sampah menjadi listrik (PSEL).
Sumber: catatan 1 laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026; Investor.id (4 November 2026).

Dari Mana Pendapatan MKNT?

Hampir semua pendapatan berasal dari besi baja. Udang baru memberi kontribusi kecil.

Penjualan Bersih 9M 2026: Rp312,7 Miliar
Besi baja (CBS)Rp306,8 M98,1%
Udang vaname (RUM)Rp5,9 M1,9%
Sumber: catatan 26 (penjualan bersih), laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026. Tidak ada pelanggan yang menyumbang lebih dari 10% pendapatan.
Hati-hati membaca kata melonjak. Penjualan Rp312,7 miliar dibandingkan dengan Rp3,7 miliar bukan perbandingan yang setara. Angka 2026 adalah sembilan bulan dan sudah memasukkan perusahaan yang baru dibeli, sedangkan angka 2025 adalah setahun penuh dari bisnis lama. CBS dan RUM baru diambil alih akhir Mei 2026, sehingga kemungkinan hanya beberapa bulan yang masuk laporan. Karena itu angkanya belum bisa dikalikan begitu saja menjadi setahun.

Biayanya Bagaimana?

Dari setiap Rp100 penjualan, hampir Rp80 habis untuk biaya langsung produksi (beban pokok). Ini wajar untuk bisnis baja yang marginnya tipis.

PosRp MiliarPer Rp100 penjualan
Penjualan bersih312,70100
Beban pokok penjualan (biaya langsung)247,6879,2
Laba bruto (kotor)65,0220,8
Beban umum dan administrasi41,1513,2
Beban penjualan dan pemasaran4,421,4
Beban keuangan (bunga)4,461,4
Pendapatan (beban) lainnya, bersih−0,21−0,1
Laba sebelum pajak14,784,7
Laba bersih15,164,8
Laba bersih sudah termasuk manfaat pajak tangguhan Rp0,38 M. Pembulatan dapat membuat selisih kecil. Sumber: laporan laba rugi konsolidasi MKNT 30 September 2026.
Margin Laba Kotor per Bisnis
Udang (RUM)
61,0%
Besi baja (CBS)
20,3%
Perhitungan Paretosaham dari informasi segmen (catatan 36). Udang bermargin tinggi, tetapi kontribusinya hanya 1,9% dari penjualan.

Berapa Labanya?

MKNT mencatat laba bersih Rp15,16 miliar pada 9M 2026, berbalik dari rugi Rp1,54 miliar pada 2025. Namun labanya datang dari anak usaha, sedangkan induknya sendiri masih rugi.

Laba (Rugi) Bersih per Entitas, 9M 2026 (Rp Miliar)
CBS (besi baja)
+28,9
RUM (udang)
+3,1
Induk MKNT
−16,8
Jumlah: +28,9 + 3,1 − 16,8 = Rp15,2 M. Sumber: informasi segmen (catatan 36), laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026.
Rp15,16 MLaba bersih
−Rp48,47 MKas dari aktivitas operasi
Rp23,8 MKas dan bank akhir periode
Kas dan bank masih ditopang kas awal anak usaha saat diakuisisi (Rp67,2 M) dan tambahan pinjaman bank (Rp8,6 M neto). Sumber: laporan arus kas konsolidasi MKNT 30 September 2026.

Laba di atas kertas belum sama dengan uang masuk. Arus kas operasi negatif karena modal kerja terserap di persediaan dan piutang. Itu yang membuat laba Rp15 miliar belum terasa di kas.

Kondisi Neraca: Besar, tapi Ekuitas Tipis

Rp1,47 TTotal aset
Rp1,46 TTotal liabilitas
Rp5,6 MEkuitas (milik pemegang saham)
0,61xRasio lancar (aset lancar : utang lancar)
T = triliun Rupiah. Rasio lancar di bawah 1x berarti aset lancar belum cukup menutup utang jangka pendek. Sumber: laporan posisi keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026.
Lima Hal di Neraca yang Perlu Dicermati
Utang tanpa bunga
Utang lain-lain pihak ketiga Rp836,9 M, termasuk pinjaman Rp668,0 M dan Rp154,9 M yang bertenor 6 bulan sejak 17 Desember 2025. Ada akrual denda Rp6,6 M.
Persediaan Rp637 M
43% dari total aset, mayoritas bahan baku. Sebagian dijaminkan fidusia Rp412,5 M ke bank.
Piutang usaha
Rp130,1 M. Sekitar 52% piutang bruto sudah lewat 90 hari, sementara cadangan kerugian hanya Rp11,1 M.
Utang bank
Pinjaman jangka pendek Rp281,6 M ditambah bagian jatuh tempo Rp92,0 M.
Goodwill Rp52,9 M
Selisih harga beli dan nilai wajar CBS dan RUM, lebih besar dari ekuitas saat ini.
Sumber: catatan 6, 8, 15, 17, 18 dan 1d laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026. Persentase piutang dihitung Paretosaham dari tabel umur piutang.

Dividennya Berapa?

Nol. Saldo laba MKNT masih defisit Rp138,8 miliar, dan laporan tidak mencatat pembagian dividen. Dengan saldo laba negatif, perusahaan umumnya belum bisa membagi dividen. Yield dividen 0%, jadi saham ini bukan untuk yang mengincar dividen.

Restrukturisasi: Utang Jadi Saham

Untuk memperbaiki neraca, MKNT menerbitkan 1.024,49 miliar saham Seri B di harga Rp1 per saham (PMTHMETD atau private placement, penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu). Sekitar Rp824 miliar berupa konversi utang, dan Rp200 miliar berupa setoran tunai lima investor perorangan.

Siapa Memegang Saham MKNT Sesudah PMTHMETD
PT Headwell Bintang Energi Hijau (konversi utang)Rp668,0 M64,85%
PT Mantra Capital Persadan (konversi utang)Rp156,5 M15,19%
Lima investor perorangan (tunai)Rp200,0 M±19,4%
Pemegang saham lama Seri A (termasuk publik ±0,4%)5,5 miliar lembar±0,5%
Lima investor perorangan: Suripto, John Veter Firdaus Reagen, dan Antony Lesmana (masing-masing Rp50 M), serta Daniel Tejakusuma dan Rossa Linna (masing-masing Rp25 M). Total saham 1.029,99 miliar lembar. Sumber: catatan 39 (peristiwa setelah tanggal pelaporan), laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026.
Alur Restrukturisasi
17 Des 2025
MKNT meminjam Rp668,0 M dan Rp154,9 M, tanpa bunga, bertenor 6 bulan.
29 Mei 2026
Akta jual beli saham CBS (Rp668,0 M) dan RUM (Rp156,5 M).
14 Sep 2026
RUPSLB menyetujui PMTHMETD, pengendali baru, dan perubahan nama.
26–30 Sep 2026
BEI menyetujui pencatatan saham baru; penerbitan dan pencatatan dilaporkan 30 September.
7 Okt 2026
Akta perubahan susunan pemegang saham, direksi, dan komisaris.
Sumber: catatan 1, 17, 38 dan 39 laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026; Investor.id (6 Oktober 2026).

Neraca 30 September masih mencatat 5,5 miliar saham dan ekuitas Rp5,6 miliar, sehingga efek restrukturisasi belum tampak di angka laporan. Berikut perkiraan Paretosaham setelah konversi:

Indikator30 Sep 2026Perkiraan sesudah
Jumlah saham5,5 miliar1.030 miliar
EkuitasRp5,6 M±Rp1,03 T
Total liabilitasRp1,46 T±Rp0,64 T
Utang dibanding ekuitas (DER)±259x±0,6x
Rasio lancar0,61x±1,8x
Kas dan bankRp23,8 M±Rp224 M
Perhitungan Paretosaham: neraca 30 September ditambah Rp1.024,49 M saham baru, dikurangi utang yang dikonversi ±Rp824 M, dan kas +Rp200 M. Belum memperhitungkan biaya penerbitan dan laba kuartal IV.

Neracanya jadi jauh lebih sehat. Harganya: pemegang saham lama dan publik tinggal sekitar 0,5% dari seluruh saham, dan pengendali baru memegang 64,85%.

Sudah Mahal atau Belum?

Dengan harga Rp24 dan sekitar 1,03 triliun saham, nilai pasar MKNT kira-kira Rp24,7 triliun. Sebagian situs data masih memakai jumlah saham lama, sehingga angkanya bisa berbeda. Dengan ekuitas perkiraan Rp1,03 triliun, nilai buku per saham sekitar Rp1.

UkuranMKNT (Rp24)Emiten baja sejenis
PBV (harga : nilai buku)±24x0,3x – 1,2x
PER (harga : laba tahunan)±1.200xISSP ±5x
PER skenario optimistis±220x – 330xISSP ±5x
Nilai pasar±Rp24,7 TISSP ±Rp3,2 T
Laba bersihRp15,2 M (9M)ISSP Rp534 M (2025)
Dividen0%-
PER MKNT: laba 9M disetahunkan dibagi 1.030 miliar saham, sekitar Rp0,02 per saham. Skenario optimistis menganggap CBS dan RUM sudah terkonsolidasi 3–4 bulan lalu dikalikan setahun, dikurangi rugi induk. Seluruhnya perhitungan Paretosaham. Sumber pembanding: Mikirsaham (September 2026), PintarSaham (28 Oktober 2026), Kontan.
PBV: MKNT vs Emiten Baja (kali nilai buku)
BAJA
26,6x
MKNT
±24x
CTBN
1,2x
GDST
0,69x
ISSP
0,53x
GGRP
±0,35x
KRAS
0,33x
Skala bar linear sehingga emiten ber-PBV kecil tampak sangat tipis. Data pembanding bertanggal September–Oktober 2026 dan dapat sudah bergeser. Sumber: Mikirsaham (BAJA, KRAS), PintarSaham (ISSP); GDST, CTBN, dan GGRP dari tabel pembanding Mikirsaham.
Kesimpulan valuasi: berdasarkan angka laporan, MKNT dihargai 20–70 kali lipat dari rata-rata emiten baja, dan satu-satunya pembanding dengan PBV setinggi itu adalah BAJA yang berfundamental lemah. Dengan nilai buku sekitar Rp1 per saham, harga Rp24 berarti pasar sudah membayar cerita masa depan (energi dan sampah menjadi listrik), bukan kinerja yang sudah tercetak.

Isu Terkini yang Perlu Dipantau

Lima Isu untuk Investor MKNT
Harga ARA
Kontan mencatat saham MKNT sudah auto rejection atas (ARA) sembilan hari beruntun per 30 Oktober 2026. Publik hanya sekitar 0,4% saham (±Rp102 M pada Rp24), sehingga harga mudah bergerak ekstrem. Soal lock-up saham Seri B belum kami temukan informasinya.
Perdagangan reguler
Sejak 26 Oktober 2026 saham MKNT kembali diperdagangkan reguler di Papan Pengembangan setelah 28 bulan perdagangan khusus.
Masuk energi
PT Adinda Losari Energi dan PT Remitra Surya Abadi lolos Daftar Penyedia Terseleksi Tahap 3 proyek PSEL Danantara dalam konsorsium dengan SUS Indonesia Holding Limited, dan diambil alih RUM pada 27 Oktober 2026. Ini baru tahap seleksi mitra, belum kontrak.
Transaksi afiliasi
Adinda Losari Energi diambil alih dengan nilai sekitar Rp1 M. Menurut Kontan, salah satu penjualnya Handoyo Setiawan, yang di laporan keuangan tercatat sebagai Komisaris Utama MKNT.
Pengendali baru
Headwell menjadi pengendali baru, nama berganti menjadi Remitra Global International, dan direksi serta komisaris diganti.
Sumber: Kontan Insight (30 Oktober 2026), Investor.id (4 November 2026), sultramedia.id mengutip EmitenNews (26 Oktober 2026), laporan keuangan konsolidasi MKNT 30 September 2026. IQPlus (23 Oktober 2026) juga melaporkan laba Rp15,16 M dengan angka yang sama dengan laporan.

Prospek: Cerita Besar, Bukti Masih Tipis

Pendorong
Neraca membaik setelah utang dikonversi jadi saham
Bisnis baja sudah menghasilkan margin kotor ±20%
Peluang proyek PSEL Danantara
Suspensi dicabut dan saham kembali reguler
Penghambat
Valuasi ±24x nilai buku dan PER ratusan kali
Arus kas operasi negatif, piutang lewat 90 hari tinggi
98% pendapatan dari satu komoditas
Proyek PSEL belum kontrak; ada transaksi afiliasi
Kesimpulan singkat: MKNT berubah dari perusahaan nyaris tanpa usaha menjadi pemilik pabrik baja dan tambak udang, dengan neraca yang diperbaiki lewat konversi utang. Namun harga Rp24 sudah jauh melampaui angka kinerja dan nilai bukunya, dan sebagian besar dukungannya adalah cerita energi yang masih tahap awal. Yang layak ditunggu: laporan tahunan dengan konsolidasi penuh, neraca pasca-konversi, arus kas operasi yang positif, dan kejelasan kontrak PSEL.

Catatan untuk Investor Pemula

Empat Pelajaran dari Kasus MKNT
1. Cek jumlah saham
Setelah saham baru terbit, nilai perusahaan dihitung dari jumlah saham terbaru, bukan yang lama.
2. Laba bukan kas
Laba Rp15 M tetapi arus kas operasi negatif Rp48 M. Lihat keduanya.
3. Harga naik bukan bukti
Kenaikan 2.300% dengan sedikit saham beredar belum tentu mencerminkan fundamental.
4. Bandingkan sejenis
PBV 24x di sektor yang rata-rata di bawah 1x perlu penjelasan yang kuat.
Ditulis oleh
Zaenal Mustopa, S.E.
Analis Keuangan, Pareto Saham · Profil lengkap
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi pasar modal, bukan merupakan rekomendasi, ajakan, maupun nasihat untuk membeli atau menjual saham tertentu, termasuk MKNT. Data keuangan bersumber dari laporan keuangan konsolidasi interim PT Remitra Global International Tbk per 30 September 2026. Pemberitaan dan data pembanding diambil dari sumber yang disebut dalam artikel. Angka bertanda "±", nilai pasar, PER, PBV, dan proyeksi neraca setelah restrukturisasi merupakan perhitungan Paretosaham dan dapat berbeda dari data resmi akibat pembulatan, perbedaan jumlah saham antar penyedia data, serta belum tercerminnya PMTHMETD pada neraca 30 September. Harga saham dan data pembanding berubah cepat dan perlu dicek ulang sebelum mengambil keputusan. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca; pertimbangkan profil risiko dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin.