BRI Bidik Industri Kayu dan Furnitur, Andalkan Kredit Bunga 6% dan Platform Qlola
Bank pelat merah ini menggabungkan pembiayaan revitalisasi mesin dengan layanan perbankan digital korporasi, menyasar langsung basis pelaku usaha di ajang Indowood Expo 2026.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memperluas penetrasinya di sektor industri padat karya lewat dua instrumen sekaligus: kredit revitalisasi mesin bersuku bunga efektif 6% per tahun dan platform perbankan digital korporasi, Qlola. Strategi ini dibawa BRI ke Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (Indowood Expo) 2026 di Grand City Convex, Surabaya, pada 4–6 Juni 2026.
Langkah tersebut menunjukkan pergeseran pendekatan BRI terhadap nasabah korporasi: dari sekadar penyalur kredit, menjadi penyedia infrastruktur keuangan yang menopang aktivitas bisnis nasabah setelah investasi dilakukan — mulai dari pembayaran pemasok, penggajian karyawan, hingga transaksi perdagangan.
Kredit Murah untuk Revitalisasi Mesin
Kredit Industri Padat Karya (KIPK) yang ditawarkan BRI dirancang untuk kebutuhan revitalisasi mesin dan peralatan produksi, termasuk pembelian unit yang dipamerkan langsung di Indowood Expo — mulai dari mesin pemindai 3D, sistem pengeboran otomatis, teknologi pelapisan cat, hingga solusi otomasi produksi.
Berlaku per tahun untuk pembiayaan revitalisasi mesin dan peralatan di sektor industri padat karya, termasuk kayu dan furnitur. Fasilitas ini dapat langsung digunakan untuk membeli unit yang dipamerkan di Indowood Expo, memangkas jarak antara keputusan investasi dan realisasi pembiayaan.
Bagi pelaku usaha, akses pembiayaan ini membuka opsi untuk menambah kapasitas produksi tanpa harus menunda investasi peralatan — sebuah kendala umum di sektor manufaktur padat modal seperti kayu dan furnitur.
Qlola: Ekosistem Transaksi Setelah Mesin BeroperasiSatu login, sembilan layanan perbankan korporasi
Peningkatan kapasitas produksi lazimnya diikuti oleh bertambahnya volume transaksi — dengan pemasok, karyawan, maupun mitra dagang. Di titik inilah Qlola by BRI diposisikan sebagai pelengkap pembiayaan: platform digital terintegrasi yang memungkinkan nasabah korporasi mengelola seluruh kebutuhan perbankan dari satu portal.
- Financial Dashboard
- Single & Mass Fund Transfer
- Payroll
- Billing Payment
- Virtual Account
- Liquidity Management
- Supply Chain Management
- Trade Finance
- Bank Garansi
"Pembiayaan menjadi pintu masuk untuk mendukung ekspansi, sedangkan layanan digital menjadi instrumen untuk menopang aktivitas bisnis sehari-hari."
Skala Pasar yang Disasar di Indowood Expo
Skala Indowood Expo memberi gambaran seberapa besar basis nasabah yang coba digarap BRI melalui KIPK dan Qlola. Pada edisi 2025, pameran ini diikuti 100 exhibitor dari 72 perusahaan asal 11 negara, dengan jumlah pengunjung tercatat mencapai 3.349 orang.
Pada edisi 2026, pameran kembali menampilkan sejumlah teknologi produksi terbaru, mencerminkan tekanan bagi pelaku industri kayu dan furnitur untuk terus meningkatkan efisiensi di tengah persaingan manufaktur yang kian ketat — sekaligus membuka ruang bagi BRI untuk menawarkan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan investasi mereka secara langsung di lokasi.
Relevansi bagi Investor
Bagi investor yang memantau kinerja emiten perbankan pelat merah, strategi menggabungkan penyaluran kredit dengan fee-based income dari layanan transaksi digital berpotensi mendukung diversifikasi sumber pendapatan BRI di luar bunga kredit konvensional. Segmen UMKM dan industri padat karya selama ini menjadi salah satu pilar portofolio pembiayaan BBRI, sehingga inisiatif seperti KIPK dan Qlola relevan untuk dicermati dalam konteks pertumbuhan kredit sektor perbankan BUMN secara lebih luas.
Pelaku usaha kayu dan furnitur yang berminat memanfaatkan skema ini dapat mengajukan KIPK atau mendaftar Qlola melalui kanal resmi BRI, termasuk di booth BRI selama Indowood Expo 2026 berlangsung.

0Komentar