Saham MITI belakangan sering muncul di layar trading, tapi seperti apa sebenarnya kondisi keuangannya? Berikut bedah datanya mulai dari valuasi, tren pendapatan, laba bersih, hingga laba per saham (EPS) — disusun sederhana untuk investor pemula.
Secara klasifikasi resmi di bursa, MITI masih tercatat di sektor pertambangan batu/marmer. Namun sejak akhir 2022, perusahaan bertransformasi dan kini fokus menjalankan bisnis pelayaran serta jasa logistik total lewat sejumlah anak usaha, mulai dari agensi dan manajemen kapal hingga jasa bongkar muat (stevedoring). Perubahan model bisnis inilah yang perlu diperhatikan saat membaca angka-angka fundamentalnya di bawah ini, karena pola pendapatan dan labanya kini lebih mencerminkan bisnis jasa pelayaran-logistik dibanding tambang.
Bagaimana Tren Pendapatan (Revenue) MITI?
Berbeda dengan ekspektasi pertumbuhan pesat pasca transformasi bisnis, data terbaru justru menunjukkan pendapatan MITI sedang mengalami perlambatan dalam dua tahun terakhir.
| Periode | 2024 | 2025 | 2026 |
|---|---|---|---|
| Q1 | Rp70 M | Rp54 M | Rp42 M |
| Q2 | Rp64 M | Rp66 M | Rp62 M |
| Q3 | Rp87 M | Rp50 M | - |
| Q4 | Rp73 M | Rp52 M | - |
| Annualised | Rp293 M | Rp222 M | Rp208 M |
| TTM (per Q2) | Rp293 M | Rp222 M | Rp207 M |
Sepanjang 2024 ke 2026, pendapatan annualised MITI menyusut dari Rp293 miliar menjadi Rp208 miliar, atau turun sekitar 29% dalam dua tahun. Pada kuartal terbaru (Q2 2026), pendapatan juga masih tercatat lebih rendah 6,06% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini mengindikasikan momentum lonjakan pendapatan besar pasca transformasi bisnis pelayaran pada 2022–2023 mulai mendingin, dan perusahaan tampak memasuki fase konsolidasi bisnis.
Bagaimana Tren Laba Bersih (Net Income) MITI?
Menariknya, pola laba bersih MITI tidak sepenuhnya mengikuti arah pendapatan. Berikut rincian laba bersih per kuartal dalam tiga tahun terakhir.
| Periode | 2024 | 2025 | 2026 |
|---|---|---|---|
| Q1 | Rp3 M | Rp845 Jt | Rp1 M |
| Q2 | Rp3 M | Rp4 M | Rp3 M |
| Q3 | -Rp739 Jt | Rp2 M | - |
| Q4 | Rp1 M | Rp5 M | - |
| Annualised | Rp7 M | Rp12 M | Rp8 M |
| TTM (per Q2) | Rp7 M | Rp12 M | Rp11 M |
Laba bersih annualised MITI sempat melonjak dari Rp7 miliar (2024) menjadi Rp12 miliar (2025), namun kembali turun ke proyeksi Rp8 miliar di 2026. Artinya, puncak profitabilitas perusahaan pasca transformasi bisnis terjadi pada 2025, dan tahun berjalan ini justru menunjukkan tren melemah, sejalan dengan penurunan pendapatan yang terjadi di periode yang sama.
Bagaimana Pertumbuhan EPS (Laba per Saham) MITI?
Karena jumlah saham beredar relatif stabil, pola EPS (Earning per Share) MITI umumnya mengikuti arah pergerakan laba bersihnya.
| Periode | 2024 | 2025 | 2026 |
|---|---|---|---|
| Q1 | 0,77 | 0,23 | 0,35 |
| Q2 | 0,84 | 1,12 | 0,70 |
| Q3 | -0,20 | 0,65 | - |
| Q4 | 0,33 | 1,29 | - |
| Annualised | 1,74 | 3,29 | 2,09 |
| TTM (per Q2) | 1,74 | 3,29 | 2,99 |
EPS TTM per Q2 2026 tercatat Rp2,99 per saham, sedikit lebih rendah dibanding Rp3,29 pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan EPS kuartalan yang lebih dalam (-37,50% YoY di Q2 2026) menunjukkan tekanan laba paling terasa di kuartal berjalan, meski secara TTM penurunannya masih relatif terkendali.
Berapa Valuasi Saham MITI Saat Ini?
Dengan tren laba yang sedang melandai, penting untuk melihat apakah harga saham MITI saat ini sudah mencerminkan kondisi tersebut atau justru masih dihargai premium oleh pasar.
| Metrik Valuasi | Nilai | |
|---|---|---|
| PER (Annualised) | 126,49x | Sangat Tinggi |
| PER (TTM) | 88,30x | Sangat Tinggi |
| PER Median IHSG (TTM) | 7,97x | Acuan Pasar |
| Earnings Yield (TTM) | 1,13% | Rendah |
| Price to Sales (PSR, TTM) | 4,79x | Tinggi |
| Price to Book Value (PBV) | 2,11x | Moderat-Tinggi |
| Price to Cashflow (TTM) | 47,58x | Tinggi |
| Price to Free Cashflow (TTM) | 93,61x | Sangat Tinggi |
| EV/EBIT | 2.719x | Ekstrem |
| EV/EBITDA (TTM) | 30,00x | Tinggi |
| PEG Ratio | 1,07 | Mendekati Wajar |
| PEG Ratio (3yr) | -14,09 | Tidak Relevan |
| PEG Ratio (Forward) | - | Data Tidak Tersedia |
Hampir seluruh rasio valuasi MITI — mulai dari PER, PBV, hingga EV/EBITDA — berada jauh di atas rata-rata pasar. PER TTM sebesar 88,30x misalnya, lebih dari 11 kali lipat PER median IHSG yang hanya 7,97x. Angka EV/EBIT yang mencapai ribuan kali juga jadi sinyal bahwa laba operasional (EBIT) perusahaan saat ini sangat tipis dibanding nilai perusahaannya, sehingga rasio ini kurang bisa dijadikan acuan tunggal.
Satu-satunya rasio yang terlihat "wajar" adalah PEG Ratio sebesar 1,07 — mendekati angka 1 yang secara umum dianggap seimbang antara valuasi dan pertumbuhan laba. Namun PEG 3 tahun yang negatif (-14,09) menandakan riwayat pertumbuhan laba MITI cukup fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir, sehingga rasio PEG jangka panjang ini perlu dibaca dengan hati-hati, bukan sebagai sinyal murah/mahal yang pasti.
Rangkuman untuk Pemula
Menyimpulkan data yang ada: pendapatan dan laba bersih MITI sama-sama menunjukkan tren melandai dalam setahun terakhir, setelah sempat mencapai puncaknya pada 2025. Di sisi lain, valuasi sahamnya justru tergolong sangat premium dibanding rata-rata pasar, tercermin dari PER, PBV, hingga EV/EBITDA yang berkali-kali lipat lebih tinggi dari median IHSG.
Kombinasi antara kinerja fundamental yang sedang melambat dan valuasi yang masih mahal ini membuat saham MITI perlu dicermati lebih dalam sebelum mengambil keputusan — terutama untuk memastikan apakah harga saat ini sudah mengantisipasi pemulihan kinerja ke depan, atau justru masih rentan terkoreksi jika tren pelemahan laba berlanjut.

0Komentar