BEI buka kembali perdagangan saham WAPO dan NASI pada 23 September 2026 setelah suspensi akibat kenaikan harga kumulatif signifikan
Aksi Bursa · Pengawasan Transaksi

Sepekan terakhir, dua saham kecil ini melesat ratusan persen dan berulang kali menyentuh batas Auto Rejection Atas — sampai akhirnya bursa menekan tombol jeda. Kini, perdagangannya resmi dibuka kembali.

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mulai 23 September 2026, di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Kabar ini disampaikan Endra Febri Styawan, Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterangan tertulis pada 22 September 2026.

Sebagai informasi, BEI sebelumnya menghentikan sementara (suspensi) perdagangan kedua saham ini pada 22 September 2026, menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

2 SahamNASI & WAPO dibuka kembali
22 Sep 2026Tanggal suspensi
23 Sep 2026Tanggal dibuka kembali
Reguler & TunaiPasar yang berlaku
Sumber: Keterangan tertulis BEI, Endra Febri Styawan (Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI), 22 September 2026.

Kronologi: Dari Status UMA sampai Disuspensi

Lonjakan harga NASI dan WAPO sebenarnya sudah terpantau bursa sejak beberapa hari sebelum suspensi dijatuhkan. Berikut rangkaian peristiwanya:

Kronologi Pengawasan Saham NASI & WAPO
Jumat, 18 Sep 2026
BEI mengumumkan status Unusual Market Activity (UMA) untuk saham NASI dan WAPO karena pergerakan harga di luar kebiasaan
Senin, 21 Sep 2026
Saham NASI ditutup menguat 24,79% hingga menyentuh Auto Rejection Atas (ARA); saham WAPO ikut menguat 11,21%
Selasa, 22 Sep 2026
BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan kedua saham di seluruh pasar mulai sesi I, karena kenaikan harga kumulatif yang signifikan
Rabu, 23 Sep 2026
Perdagangan NASI dan WAPO resmi dibuka kembali di Pasar Reguler dan Pasar Tunai

Seberapa Liar Kenaikan Harganya?

Menurut data dan pemberitaan yang beredar seputar suspensi ini, kenaikan harga kedua saham tersebut memang tergolong ekstrem untuk ukuran satu bulan perdagangan.

NASI — Wahana Inti Makmur
Kenaikan 1 Bulan +101,3%
Kenaikan Year-to-Date +170,3%
Harga Terakhir Sebelum Suspensi Rp292
WAPO — Wahana Pronatural
Kenaikan 1 Bulan +85,6%
Kenaikan Year-to-Date +43,3%
Harga Terakhir Sebelum Suspensi Rp258
Sumber: data perdagangan BEI, sebagaimana diberitakan sejumlah media pasar modal per 22 September 2026.

Mengenal Bisnis NASI dan WAPO

Bagi investor yang baru mendengar kedua ticker ini, berikut gambaran singkat lini bisnisnya:

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) adalah produsen dan penjual beras di Indonesia, dengan berbagai varian mulai dari beras aromatik, beras sehat, tarabas, medium grain, premium, hingga beras basmati serta beras berlabel privat (private label). Perseroan berdiri sejak 2015 dan berkantor pusat di Jakarta Barat.

PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) bergerak di bidang perdagangan produk agrikultur seperti rumput laut, kopi, beras, kacang mete, dan kedelai, serta produksi permen (dengan merek dagang antara lain Sunkist C Candy dan Pindy Mint) dan perdagangan produk pertambangan seperti batu bara. Perseroan berkantor pusat di Surabaya.

Apa itu suspensi saham dan kenapa harus "dijeda"? Suspensi adalah penghentian sementara perdagangan suatu saham oleh bursa, biasanya dipicu oleh pergerakan harga yang dinilai tidak wajar dalam waktu singkat. Tujuannya adalah masa cooling down — memberi waktu bagi investor untuk mencerna informasi dan mempertimbangkan kembali keputusan investasinya, sebelum perdagangan berjalan normal kembali. Status Unusual Market Activity (UMA) yang biasanya mendahului suspensi juga tidak serta-merta berarti ada pelanggaran aturan pasar modal oleh perseroan — itu murni bentuk kehati-hatian bursa dalam mengawasi pola transaksi yang di luar kebiasaan.

Relevansi bagi Investor

Dibukanya kembali perdagangan saham NASI dan saham WAPO tidak serta-merta menghilangkan risiko volatilitas pada keduanya. Kenaikan harga yang sangat tajam dalam waktu singkat, apalagi tanpa didukung katalis fundamental yang jelas dari sisi kinerja usaha, umumnya diikuti oleh potensi koreksi tajam begitu perdagangan kembali normal. Investor yang tertarik pada kedua saham ini disarankan mencermati pergerakan harga pada sesi-sesi awal pasca-dibuka kembali, serta memperhatikan setiap keterbukaan informasi resmi yang disampaikan kedua perseroan ke BEI dan OJK.

Ditulis oleh
Zaenal Mustopa, S.E.
Analis Keuangan, Pareto Saham · Profil lengkap
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi pasar modal, bukan merupakan rekomendasi, ajakan, maupun nasihat untuk membeli atau menjual saham tertentu, termasuk NASI dan WAPO. Saham dengan riwayat kenaikan harga ekstrem dan/atau status UMA umumnya memiliki risiko volatilitas yang tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca; pertimbangkan profil risiko dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum mengambil keputusan.