PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk merealisasikan investasi senilai Rp1,14 triliun untuk memperkuat kapasitas produksi susu UHT guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Investasi ini mencakup pengoperasian pabrik baru, penambahan lini produksi, serta penerapan teknologi industri 4.0 guna memastikan pasokan susu bergizi yang berkelanjutan dan berkualitas.
Langkah Ultrajaya tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional sebagai penopang program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Investasi Industri Jadi Penopang Program MBG
Kementerian Perindustrian terus memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis, terutama melalui peningkatan kapasitas produksi dan pemanfaatan teknologi digital. Industri pengolahan susu dinilai memiliki peran strategis karena menjadi salah satu sumber utama pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dari langkah PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk yang mengalokasikan investasi jumbo untuk memperkuat pasokan susu UHT yang akan diserap dalam pelaksanaan program MBG.
Peran Strategis Industri Pengolahan Susu
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kesiapan industri nasional dalam menjaga kapasitas produksi, kualitas produk, serta keberlanjutan pasokan bahan baku.
“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,”
(Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Jakarta, 24 Januari)
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang mendorong kolaborasi antara industri pengolahan dan sektor hulu peternakan demi menjaga stabilitas pasokan susu nasional.
Pabrik Baru Ultrajaya Dukung Kebutuhan MBG
Sebagai bentuk kesiapan industri, PT Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Pabrik ini memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter yang dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.
Perseroan juga merencanakan penambahan lini produksi baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2026 seiring meningkatnya kebutuhan pasokan susu UHT.
Baca Juga : Aksi Orang Dalam, Komisaris Tambah Kepemilikan Saham ULTJ. Akan ada apa?
Implementasi Teknologi Industri 4.0
Pabrik baru Ultrajaya telah mengadopsi teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri pengolahan susu nasional.
“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,”
(Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika)
Teknologi yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS). Selain itu, pabrik ini dilengkapi fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration yang memungkinkan pemanfaatan kembali sebagian besar limbah cair dalam proses produksi.
Penguatan Pasokan Susu dari Sektor Hulu
Dari sisi hulu, PT Ultrajaya mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi perah. Perseroan juga berencana menambah investasi untuk pengadaan sekitar 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor susu.
Dorongan Menuju Industri Percontohan Nasional
Ke depan, Kemenperin akan terus mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar dalam negeri untuk memenuhi target Program Makan Bergizi Gratis. PT Ultrajaya juga didorong untuk mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi.
Sebelumnya, Kemenperin telah melaksanakan program digitalisasi di Tempat Penampungan Susu (TPS) guna menjaga kualitas, kandungan protein, dan kesegaran susu segar. Melalui penguatan investasi, penerapan teknologi digital, serta sinergi dengan peternak dan koperasi susu, pemerintah optimistis industri pengolahan susu nasional mampu mendukung ketahanan pangan dan menyukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.
Sumber Data
-
Pernyataan resmi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, 24 Januari
-
Keterangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk
IQ Plus
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi dan pernyataan publik dari sumber terkait. Seluruh data dan rencana yang disampaikan bersifat informatif dan dapat berubah sesuai kebijakan perusahaan maupun pemerintah. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi atau ajakan transaksi efek.

0Komentar