SMBR meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi Ahli Muda Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Jenjang 7 di Sumatera Selatan, Kamis (9/7). Program tersebut digelar sebagai bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.
PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi. Perusahaan memandang penguatan kapasitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan.
General Manager of Marketing Planning and Development SMBR, Tarida Tambunan, mengatakan dukungan tersebut merupakan wujud sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, khususnya pada bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi.
"Dukungan yang kami berikan ini merupakan wujud sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, khususnya di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi," kata Tarida Tambunan dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Kamis.
SMBR Dorong Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi
Menurut Tarida, SMBR sebagai perusahaan yang bergerak di industri bahan bangunan memiliki keterkaitan erat dengan sektor konstruksi. Oleh karena itu, perusahaan memandang aspek keselamatan kerja sebagai salah satu faktor utama dalam menciptakan pembangunan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Muda K3 Konstruksi Jenjang 7 yang dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi di daerah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan penerapan keselamatan kerja di sektor konstruksi. Materi yang diberikan mencakup regulasi K3 konstruksi, identifikasi dan pengendalian risiko bahaya, sistem tanggap darurat, inspeksi K3 konstruksi, hingga pelaksanaan uji kompetensi sertifikasi.
Pelatihan Berfokus pada Budaya Keselamatan Kerja
SMBR menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan industri konstruksi, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan kerja. Penerapan standar K3 dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan proyek konstruksi yang lebih aman.
Melalui materi pelatihan dan proses sertifikasi, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan regulasi serta mitigasi risiko di lingkungan kerja konstruksi. Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme tenaga kerja di sektor konstruksi.
"Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM konstruksi sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di Indonesia," ujar Tarida Tambunan.
Kolaborasi SMBR dan Pemprov Sumatera Selatan
Kolaborasi antara SMBR dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan sektor konstruksi.
Baca Juga : Sugiman Layanto Tambah Kepemilikan WINS, Sinyal Positifkah?
Selain meningkatkan kemampuan teknis peserta, pelatihan juga menitikberatkan pada pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bagian dari standar pelaksanaan proyek konstruksi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
SMBR menegaskan bahwa dukungannya terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong terciptanya sumber daya manusia yang unggul. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, perusahaan berharap budaya keselamatan kerja di sektor konstruksi semakin kuat sehingga dapat mendukung pembangunan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan di Indonesia.

0Komentar