bank swiss rugi besar

Bank Nasional Swiss (SNB) melaporkan kerugian sebesar 132 miliar franc Swiss ($143 miliar) pada tahun 2022. Ini adalah kerugian terbesar dalam sejarah 116 tahun bank tersebut dan setara dengan sekitar 18% dari produk domestik bruto yang diproyeksikan Switzerland. 

Sebagian besar kerugian berasal dari penurunan nilai dari portofolio mata uang asing yang besar, yang diperoleh sebagai hasil dari sekian tahun pembelian saat franc mengalami kenaikan yang kuat.

Kerugian ini akan mempengaruhi pembayaran biasa bank kepada pemerintah Swiss dan negara anggota (kanton), serta pembayaran kepada pemegang saham. Bank Nasional Swiss menyatakan tidak akan mengubah kebijakan moneternya karena kerugian ini.

Walaupun demikian, kerugian ini tidak akan mempengaruhi rencana bank untuk menurunkan inflasi ke target 2%. Inflasi saat ini sebesar 3% masih jauh di bawah tingkat zona euro, yang saat ini di atas 10%.

Hal ini berdasarkan pernyataan dari Karsten Junius, ekonom kepala bank Swiss J.Safra Sarasin yang mengungkapkan bahwa SNB akan membutuhkan waktu untuk memulihkan cadangan nilainya, 

Namun bank akan lebih cepat menunjukkan keuntungan dibandingkan dengan European Central Bank. Angka tahunan yang rinci diharapkan akan dirilis pada 6 Maret dan akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kerugian yang diderita oleh bank.

 

Itu merupakan ringkasan dari artikel yang diterjemahkan, yang menyatakan bahwa Bank Nasional Swiss mengalami kerugian sebesar 132 miliar franc Swiss di tahun 2022 yang merupakan kerugian terbesar dalam sejarah bank tersebut dan dampak pada pembayaran kepada pemegang saham dan pemerintah. Namun, hal ini tidak akan mempengaruhi target inflasi bank untuk menurunkan inflasi ke 2%.


Source : sputnik dan beberapa sumber lainnya.