Kinerja PT Surya Semesta Internusa SSIA 2026 dengan ilustrasi gedung properti, hotel, dan proyek konstruksi serta infografis pendapatan Rp1,446 triliun, laba kotor Rp451,9 miliar, EBITDA Rp271,8 miliar, dan laba bersih Rp89

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp 1,446 triliun pada kuartal I 2026 (1Q26). Angka ini tumbuh 35,0% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan menandai kembalinya perseroan ke jalur pertumbuhan.


Segmen Properti Melonjak Tajam

Kinerja SSIA terutama didorong oleh lonjakan signifikan dari segmen properti. Pendapatan segmen ini melesat 202,1% menjadi Rp 494,9 miliar.

Selain itu, segmen perhotelan juga mencatatkan pertumbuhan kuat sebesar 59,2% yoy menjadi Rp 162,5 miliar. Hal ini mencerminkan pemulihan bisnis yang berkelanjutan serta meningkatnya permintaan.


Segmen Konstruksi Tertahan Libur Lebaran

Di sisi lain, segmen konstruksi membukukan pendapatan Rp 835,5 miliar, dengan sedikit perlambatan selama kuartal pertama.

Perlambatan ini dipengaruhi oleh periode libur Idulfitri pada Maret yang berdampak pada tertundanya pelaksanaan proyek, pengakuan pendapatan, serta aktivitas pekerjaan dalam proses (work in progress).


Laba Kotor Melonjak Lebih dari 100%

SSIA mencatat laba kotor sebesar Rp 451,9 miliar pada 1Q26, naik 125,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor utama tetap berasal dari segmen properti yang mencatat lonjakan laba kotor sebesar 295,9% menjadi Rp 273,9 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan tumbuh 75,7% dengan laba kotor Rp 83,9 miliar.

Adapun segmen konstruksi mencatat pertumbuhan yang lebih moderat sebesar 5,9% dengan laba kotor Rp 98,8 miliar.

Baca Juga : VKTR Rights Issue 21,8 M Saham, Minta Restu RUPS 19 Mei 2026


EBITDA Tembus Kinerja Setahun Penuh 2025

Kinerja operasional SSIA juga tercermin dari EBITDA yang mencapai Rp 271,8 miliar pada 1Q26. Angka ini bahkan telah melampaui capaian sepanjang tahun buku 2025 (FY25) dan tumbuh 649,0% yoy.

Segmen properti menjadi penyumbang terbesar dengan EBITDA Rp 240,7 miliar, diikuti konstruksi Rp 64,7 miliar.

Namun, segmen perhotelan masih mencatat EBITDA negatif sebesar Rp 9 miliar. Hal ini seiring dengan pembukaan hotel baru Paradisus by Melia Bali pada Februari 2026.


Laba Bersih Positif, Hotel Masih Rugi

Dari sisi bottom line, SSIA membukukan laba bersih sebesar Rp 89 miliar pada kuartal I 2026.

Segmen properti mencatat laba bersih tertinggi sebesar Rp 196,1 miliar, disusul konstruksi Rp 40,1 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan masih mencatat rugi bersih Rp 59,4 miliar.

Kondisi ini dinilai sejalan dengan proyeksi perseroan bahwa bisnis perhotelan akan mulai beroperasi lebih optimal dan menghasilkan pendapatan lebih tinggi sepanjang sisa tahun 2026.


Posisi Kas Turun Akibat Ekspansi

Posisi kas SSIA pada 1Q26 tercatat sebesar Rp 1,14 triliun, turun 19,9% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 1,42 triliun.

Penurunan kas ini terutama disebabkan oleh pembayaran bunga terkait renovasi Paradisus by Melia Bali serta biaya pengembangan lahan.