Grafik Harga Saham CLEO

Pernahkah Anda mendengar pepatah Warren Buffett yang terkenal: “Jika Anda membeli sebuah saham, bayangkan Anda membeli seluruh bisnisnya.”
Kalimat ini sederhana, namun sarat makna. Artinya, sebelum membeli saham, kita perlu melihat seberapa kuat fundamental bisnis itu, seberapa besar pertumbuhannya, dan seberapa panjang “jalan masa depan” yang bisa ditempuh.

Nah, di pasar modal Indonesia, ada satu emiten yang sedang naik daun dan kembali menjadi sorotan investor global. Emiten itu adalah PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO:IJ), produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Cleo.

Setelah pada Maret 2025 resmi masuk MSCI Global Index (indeks acuan investasi dari Amerika Serikat), kini CLEO kembali menorehkan prestasi. Pada 22 Agustus 2025, FTSE Russell—lembaga penyusun indeks yang dimiliki London Stock Exchange (LSE)—mengumumkan bahwa CLEO masuk ke dalam FTSE Global Equity Index Series (FTSE GEIS). Efektif berlaku mulai 19 September 2025.

Bagi sebagian investor pemula, mungkin muncul pertanyaan:

“Masuk indeks global itu apa pentingnya? Apakah benar-benar berpengaruh pada harga saham?”

Mari kita kupas pelan-pelan, dengan bahasa yang mudah dipahami.


Apa Itu FTSE Global Equity Index Series?

FTSE Russell adalah salah satu penyedia indeks investasi terbesar di dunia. Indeks ini dipakai sebagai acuan oleh investor institusional global, termasuk dana pensiun, sovereign wealth fund, hingga manajer investasi raksasa.

Dengan masuknya CLEO ke FTSE GEIS, otomatis saham ini akan menjadi bagian dari portofolio produk investasi berbasis indeks (ETF, reksa dana indeks, maupun dana institusi lain) yang merujuk ke FTSE.

Analoginya sederhana: bayangkan ada sebuah “keranjang belanja” raksasa berisi saham-saham pilihan dunia. Begitu CLEO masuk ke keranjang ini, maka setiap kali investor global membeli “keranjang” tersebut, mereka otomatis juga membeli CLEO.

Artinya:

  • Visibilitas CLEO naik → investor global mulai melirik.

  • Permintaan saham bertambah → peluang aliran modal asing masuk.

  • Likuiditas meningkat → transaksi saham lebih aktif.


Dari MSCI ke FTSE: Pengakuan Ganda untuk CLEO

Sebelum masuk FTSE, CLEO sudah lebih dulu menembus MSCI Global Index pada Maret 2025. Masuk ke dua indeks global bergengsi dalam waktu berdekatan bukanlah hal sepele.

Ini adalah bukti pengakuan internasional bahwa:

  1. Fundamental CLEO dinilai solid.

  2. Prospek pertumbuhan industri AMDK di Indonesia menarik.

  3. Saham CLEO cukup likuid untuk diperhitungkan oleh investor besar.

Bisa dibilang, CLEO kini punya “stempel resmi” dari dua lembaga global ternama. Ini seperti seseorang yang tidak hanya lulus dari universitas top dunia, tapi juga langsung diterima kerja di perusahaan multinasional bergengsi.


Kinerja Keuangan CLEO: Data Bicara

Mari kita lihat data terbaru CLEO hingga kuartal II-2025:

  • Penjualan: Rp1,37 triliun, naik 5,4% YoY.

  • Laba bersih tahun berjalan: Rp206,6 miliar.

Angka ini menarik untuk dianalisis.

Pertumbuhan Penjualan 5,4% YoY

Di tengah industri AMDK yang sangat kompetitif (dengan merek besar seperti Aqua, Le Minerale, Club, dan lain-lain), CLEO tetap berhasil tumbuh. Kenaikan 5,4% YoY menunjukkan CLEO punya ruang ekspansi dan basis konsumen yang terus meluas.

Kalau kita tarik ke skala tahunan, pertumbuhan 5%–6% per tahun bisa berarti kompounding yang signifikan dalam 5–10 tahun mendatang.

Laba Bersih Rp206,6 Miliar

Dengan laba bersih sebesar Rp206,6 miliar hanya dalam enam bulan pertama 2025, CLEO menunjukkan margin keuntungan yang sehat. Bila tren ini konsisten, laba bersih tahunan CLEO bisa menembus kisaran Rp400 miliar di akhir tahun.

Bagi investor, laba bersih adalah bahan bakar utama untuk:

  • Pembagian dividen.

  • Reinvestasi ekspansi pabrik & distribusi.

  • Penguatan neraca keuangan.

📊 Data Harga Saham CLEO (per 25 Agustus 2025)

  • Harga terakhir: Rp600 per saham

  • Perubahan 1 hari: +2,56%

  • 1 bulan: +3,45%

  • 6 bulan: –13,67%

  • Year to Date (YTD): –23,32%

  • 1 tahun: +4,80%

  • 5 tahun: +130,77%


🔍 Analisa Valuasi Saham CLEO

Untuk menganalisis valuasi, kita pakai 3 indikator utama: PER, PBV, dan EPS.
Saya akan hitung dengan asumsi laba bersih terbaru Q2-2025 yang sudah disebutkan: Rp206,6 miliar (6 bulan).

1. Earnings Per Share (EPS)

EPS = Laba Bersih ÷ Jumlah Saham Beredar

  • Laba bersih semester I 2025 = Rp206,6 miliar

  • Estimasi laba setahun penuh (annualized) = Rp206,6 miliar × 2 = Rp413,2 miliar

Jumlah saham beredar CLEO ≈ 15,9 miliar lembar (data publik Bursa).

👉 EPS tahunan = Rp413,2 miliar ÷ 15,9 miliar = Rp26 per saham


2. Price to Earnings Ratio (PER)

PER = Harga Saham ÷ EPS

  • Harga saham = Rp600

  • EPS = Rp26

👉 PER = 600 ÷ 26 = 23,1x

Analisa:
PER 23x masih relatif wajar untuk sektor consumer goods di Indonesia (kisaran 20–30x). Namun, jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis seperti Mayora atau ICBP yang PER-nya sekitar 18–22x, maka CLEO sedikit lebih mahal. Artinya investor membayar “premium” karena prospek pertumbuhan CLEO dianggap menarik.


3. Price to Book Value (PBV)

PBV = Harga Saham ÷ Book Value Per Share

Ekuitas (Q2-2025) CLEO sekitar Rp2,4 triliun (data publik terakhir).

👉 Book Value per Share = Rp2,4 triliun ÷ 15,9 miliar = Rp151 per saham

👉 PBV = 600 ÷ 151 = 3,97x

Analisa:
PBV hampir 4x artinya investor bersedia membayar hampir 4 kali lipat dari nilai buku CLEO. Angka ini cukup tinggi, tapi wajar untuk perusahaan consumer dengan brand kuat dan pertumbuhan stabil.


4. Proyeksi Pertumbuhan (Growth)

CLEO mencatat pertumbuhan penjualan +5,4% YoY di Q2-2025. Dengan ekspansi 3 pabrik baru (Palu, Pontianak, Pekanbaru), kita bisa proyeksikan pertumbuhan penjualan ke depan akan lebih cepat.

Jika pertumbuhan laba bersih ke depan stabil di kisaran 10% per tahun, maka:

  • EPS 2025 = Rp26

  • EPS 2026 (proyeksi) = Rp26 × 1,10 = Rp28,6

  • EPS 2027 (proyeksi) = Rp28,6 × 1,10 = Rp31,5

Jika pasar masih memberikan valuasi PER 23x, maka harga wajar proyektif:

  • 2025 → Rp26 × 23 = Rp598 (sekarang Rp600, relatif fair value)

  • 2026 → Rp28,6 × 23 = Rp657

  • 2027 → Rp31,5 × 23 = Rp724


📌 Kesimpulan Analisa Valuasi CLEO

  1. PER 23x → relatif fair, sebanding dengan sektor consumer goods.

  2. PBV 3,9x → menunjukkan pasar menghargai premium karena brand & pertumbuhan.

  3. EPS Rp26 → dengan pertumbuhan laba 10% per tahun, harga wajar CLEO bisa naik ke kisaran Rp650–720 dalam 2 tahun ke depan.

  4. Saat ini harga Rp600 berada di level fair value, bukan murah, tapi wajar untuk investor jangka panjang yang percaya pada ekspansi pabrik dan tren konsumsi air minum di Indonesia.


Strategi Ekspansi: 3 Pabrik Baru

CLEO tidak berhenti hanya pada pengakuan indeks global. Perusahaan juga terus berinvestasi jangka panjang. Tahun ini, CLEO berencana menyelesaikan 3 pabrik baru:

  1. Palu

  2. Pontianak

  3. Pekanbaru

Mengapa ini penting?
Karena dalam bisnis AMDK, distribusi adalah kunci. Air minum bukan barang premium yang bisa dijual dengan margin super tinggi, sehingga efisiensi logistik menentukan laba.

Dengan pabrik baru di wilayah strategis, CLEO bisa:

  • Memperpendek jarak distribusi.

  • Menekan biaya transportasi.

  • Menguasai pasar lokal lebih cepat.

Bayangkan Anda punya bisnis roti. Kalau roti harus dikirim dari Jakarta ke Sulawesi, tentu mahal dan bisa basi di jalan. Tapi kalau Anda punya pabrik langsung di Palu, ongkos bisa ditekan dan distribusi lebih cepat. Inilah logika ekspansi pabrik CLEO.


Industri AMDK: Pasar yang Terus Haus

Kenapa investor global tertarik pada bisnis AMDK seperti CLEO? Jawabannya sederhana: air adalah kebutuhan pokok.

Beberapa fakta penting:

  • Populasi Indonesia sudah menembus 280 juta jiwa.

  • Konsumsi air minum kemasan per kapita terus naik, seiring urbanisasi dan perubahan gaya hidup.

  • Tren “healthy lifestyle” mendorong konsumen beralih ke air murni dengan kualitas terjamin.

Industri AMDK adalah bisnis defensif. Artinya, meski ekonomi melambat, orang tetap butuh minum air. Produk seperti CLEO punya permintaan stabil dan cenderung naik seiring pertumbuhan populasi.


Apa Dampaknya Bagi Investor Ritel?

Bagi investor ritel di Indonesia, masuknya CLEO ke FTSE GEIS membawa beberapa implikasi:

  1. Potensi Aliran Dana Asing
    Investor asing yang mengikuti indeks otomatis akan membeli CLEO. Ini bisa memberi dorongan pada harga saham.

  2. Likuiditas Meningkat
    Dengan makin banyak transaksi, saham lebih mudah dijual-beli, spread harga makin tipis, dan risiko likuiditas berkurang.

  3. Sentimen Positif Pasar
    Berita ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental CLEO. Bagi investor pemula, ini memberi keyakinan bahwa saham ini bukan “saham gorengan,” melainkan perusahaan dengan reputasi global.


Catatan Penting: Jangan Hanya Ikut Hype

Namun, sebagai investor bijak, kita perlu belajar dari filosofi Warren Buffett: “Price is what you pay, value is what you get.”

Artinya, meskipun kabar CLEO masuk FTSE sangat positif, kita tetap harus memperhatikan valuasi. Apakah harga sahamnya saat ini sudah terlalu mahal, atau masih wajar dibandingkan laba yang dihasilkan?

Untuk itu, analisa fundamental seperti Price to Earnings Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), serta pertumbuhan jangka panjang tetap harus diperhatikan.


Insight Akhir - CLEO, Saham dengan Prospek Panjang

Dari semua data dan analisa di atas, kita bisa menyimpulkan:

  1. CLEO mendapat pengakuan global setelah masuk MSCI dan kini FTSE Russell.

  2. Kinerja keuangan tetap solid dengan penjualan Rp1,37 triliun (+5,4% YoY) dan laba bersih Rp206,6 miliar per kuartal II-2025.

  3. Strategi ekspansi 3 pabrik baru (Palu, Pontianak, Pekanbaru) memperkuat jaringan distribusi.

  4. Industri AMDK adalah pasar defensif dengan prospek pertumbuhan panjang di Indonesia.

Bagi investor pemula, CLEO bisa menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan dengan fundamental kuat akhirnya mendapat pengakuan global. Namun, tetap ingat: keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisa valuasi dan profil risiko masing-masing.

Atau dengan kata lain: CLEO punya prospek cerah, tapi jangan lupa tetap pakai kalkulator sebelum masuk.


📌 Disclaimer

Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.


👉 Sumber Data:

  • Pengumuman resmi FTSE Russell, 22 Agustus 2025.

  • Laporan keuangan CLEO Q2 2025.

  • Pernyataan Presiden Direktur CLEO, Melisa Patricia (25/8/2025).

  • Data harga saham CLEO dari TradingView, 25 Agustus 2025.