INDIKATOR BOLLINGERS BANDS SAHAM


PENGERTIAN INDIKATOR BOLLINGER BANDS

Bollinger Bands merupakan salah satu indikator teknikal yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengukur volatilitas pasar dan menentukan batas atas dan batas bawah harga saham. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang ditarik di atas, di bawah, dan di tengah harga saham. Garis tengah adalah rata-rata bergerak (moving average) harga saham, sementara garis atas dan bawah adalah dua band yang ditarik pada jarak yang sama di atas dan di bawah garis tengah. Jarak antara garis atas dan bawah disebut "lebar band".

 

Garis atas ditarik pada jarak dua deviasi standar di atas garis tengah, sedangkan garis bawah ditarik pada jarak dua deviasi standar di bawah garis tengah. Deviasi standar adalah ukuran dispersi atau variasi harga saham dari rata-rata. Jadi, semakin tinggi volatilitas pasar, semakin lebar band Bollinger Bands, dan sebaliknya.

 

Bollinger Bands biasanya digunakan sebagai alat bantu dalam menentukan kekuatan tren, mengidentifikasi sinyal beli atau jual, dan menentukan level support dan resistance. Misalnya, jika harga saham menyentuh garis atas Bollinger Bands, ini bisa menjadi sinyal bahwa harga saham telah overbought dan mungkin akan turun kembali ke tengah atau bawah band. Sebaliknya, jika harga saham menyentuh garis bawah Bollinger Bands, ini bisa menjadi sinyal bahwa harga saham telah oversold dan mungkin akan naik kembali ke tengah atau atas band.


Contoh :

Berikut adalah salah satu gambar Indikator Bollingers Bands saham yang kami kutip dari "saham gain"

Contoh INDIKATOR BOLLINGERS BANDS SAHAM
Sumber gambar : Saham Gain


Fungsi Indikator Bollingers Band Saham


Indikator Bollinger Bands saham memiliki beberapa fungsi yang bisa digunakan dalam analisis teknikal, di antaranya:

 

  1. Mengukur volatilitas pasar: Lebar band Bollinger Bands mencerminkan tingkat volatilitas pasar saham. Semakin lebar band, semakin tinggi volatilitas pasar, dan sebaliknya.
  2. Menentukan kekuatan tren: Bollinger Bands dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan tren saham. Jika harga saham bergerak di luar band Bollinger Bands, itu bisa menjadi sinyal bahwa tren saham sedang kuat. Sebaliknya, jika harga saham bergerak di dalam band Bollinger Bands, itu bisa menjadi sinyal bahwa tren saham sedang lemah.
  3. Mengidentifikasi sinyal beli atau jual: Jika harga saham menyentuh garis atas Bollinger Bands, itu bisa menjadi sinyal bahwa harga saham telah overbought dan mungkin akan turun kembali ke tengah atau bawah band. Sebaliknya, jika harga saham menyentuh garis bawah Bollinger Bands, itu bisa menjadi sinyal bahwa harga saham telah oversold dan mungkin akan naik kembali ke tengah atau atas band.
  4. Menentukan level support dan resistance: Garis atas dan bawah Bollinger Bands dapat berfungsi sebagai level support dan resistance saham. Jika harga saham mengalami resistance di garis atas Bollinger Bands, itu bisa menjadi sinyal bahwa harga saham kemungkinan akan terkoreksi kembali ke tengah atau bawah band. Sebaliknya, jika harga saham mengalami support di garis bawah Bollinger Bands, itu bisa menjadi sinyal bahwa harga saham kemungkinan akan naik kembali ke tengah atau atas band.

 

Namun, perlu diingat bahwa Bollinger Bands hanyalah salah satu indikator teknikal yang bisa digunakan dalam analisis saham, dan tidak selalu dapat memberikan sinyal yang akurat atau memprediksi pergerakan harga saham dengan tepat. Oleh karena itu, sebaiknya tidak hanya mengandalkan Bollinger Bands saja dalam membuat keputusan investasi, tetapi juga menggunakan analisis fundamental dan beragam indikator teknikal lainnya serta mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi harga saham.