lengkap istilah-istilah dalam investasi saham



Apa sih saham itu? Pengertian saham itu apa? 

Sebelum ke bahasan istilah-istilah dalam dunia investasi saham. Perlu tahu dulu saham itu apa,

Nah berdasarkan beberapa rujukan seperti KBBI dan para pakar kurang lebih menyimpulkan bawah

Saham adalah sebuah tanda kepemilikan atau surat berharga yang menunjukkan bahwa seseorang merupakan pemilik bagian kecil atau besar dari suatu perusahaan.

Atau kamu baca dulu mengenai KONSEP SAHAM MULAI DARI PENGERTIAN, JENIS, RISIKO DAN KEUNTUNGAN DARI SAHAM.

Kemudian dalam pelaksanaannya dalam investasi saham kita sering sekali menemukan istilah-istilah yang kita belum paham apa itu artinya, dan kegunaannya.

Simak dan baca sampai selesai ya, 



Berikut adalah kumpulan istilah-istilah dalam dunia investasi saham Edisi #1 Pareto Saham (ikuti terus website ini kalo mau belajar investasi saham) :

    1. Pasar saham 

Tempat di mana saham diperdagangkan, baik secara fisik maupun secara elektronik

    2. Harga saham

Nilai suatu saham yang ditentukan oleh pasar.

    3. Dividen 

Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.

    4. Portofolio 

Kumpulan saham yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan.

    5. Analisis fundamental 

Menilai nilai suatu saham dengan mengukur kinerja keuangan perusahaan, seperti laba, pendapatan, dan aset.


BACA JUGA : 12 KESALAHAN YANG PERLU DIHINDARI INVESTOR SAHAM PEMULA


    6. Analisis teknikal 

Menilai nilai suatu saham dengan menganalisis pola harga dan volume perdagangan saham di masa lalu.

    7. Indeks saham 

Kumpulan saham yang mencerminkan kinerja pasar saham secara keseluruhan. Contohnya, indeks saham IDX 30 mencerminkan kinerja 30 saham terbesar di Indonesia.

    8. Capital gain

Keuntungan yang diperoleh dari penjualan suatu saham dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya.

    9. Capital loss

Kerugian yang diperoleh dari penjualan suatu saham dengan harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

    10. Diversifikasi portofolio

Menyebar risiko dengan membeli beragam jenis saham dari perusahaan yang berbeda atau dari sektor yang berbeda.

    11. Saham blue chip

Saham blue chip adalah saham perusahaan yang dianggap stabil dan memiliki reputasi yang baik di pasar. Kumpulan atau daftar saham blue chip biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan besar dan terkenal yang telah terbukti dapat bertahan dan menghasilkan keuntungan secara konsisten dalam jangka panjang.

Perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam kategori saham blue chip biasanya memiliki fundamental keuangan yang kuat, seperti laba yang stabil, pendapatan yang tinggi, dan aset yang bernilai tinggi. Saham blue chip juga biasanya dianggap lebih aman daripada saham perusahaan lainnya, karena memiliki kemampuan untuk bertahan di saat pasar saham sedang tidak stabil atau mengalami fluktuasi yang tinggi. 

Meskipun saham blue chip dianggap lebih aman, investor masih harus mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi saham apapun, termasuk saham blue chip. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam saham blue chip, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu mengenai perusahaan yang bersangkutan dan pertimbangkan dengan hati-hati apakah investasi tersebut sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko.

    12. Saham penny

Saham perusahaan yang diperdagangkan dengan harga rendah, biasanya di bawah Rp100.000 per saham.

    13. Bull market

Kondisi pasar saham yang sedang mengalami kenaikan harga secara terus-menerus.

    14. Bear market

Kondisi pasar saham yang sedang mengalami penurunan harga secara terus-menerus.

    15. Margin trading

Praktek membeli saham dengan menggunakan uang pinjaman dari broker atau perusahaan pialang.

    16. Short selling

Praktek menjual saham yang tidak dimiliki dengan harapan bisa membelinya kembali dengan harga lebih rendah di masa mendatang.

    17. Initial public offering (IPO)

IPO adalah proses perusahaan yang menjual saham pertamanya kepada publik. IPO merupakan cara bagi perusahaan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dan menjadi perusahaan publik yang terdaftar di bursa saham. Sebelum IPO, perusahaan biasanya hanya dimiliki oleh pendiri atau investor swasta, tetapi setelah IPO, saham perusahaan tersebut bisa diperdagangkan di bursa saham dan dapat dipegang oleh siapa saja yang ingin membelinya.

IPO bisa menjadi cara bagi investor untuk memperoleh kepemilikan saham di perusahaan yang sedang tumbuh dan memiliki prospek yang baik. Namun, investor juga harus mempertimbangkan risiko yang terkait dengan IPO, seperti fluktuasi harga saham yang tidak dapat diprediksi dengan pasti dan kinerja keuangan perusahaan yang belum teruji di pasar saham. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam IPO, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu mengenai perusahaan yang bersangkutan dan pertimbangkan dengan hati-hati apakah investasi tersebut sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko

    18. Secondary offering

Proses perusahaan yang menjual saham tambahan kepada publik.

    19. Volume perdagangan saham

Jumlah saham yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu.

    20. Bid price

Harga yang ditawarkan oleh pembeli untuk membeli saham.

    21. Ask price

Harga yang ditawarkan oleh penjual untuk menjual saham.

    22. Spread

Selisih antara harga bid dan ask.

    23. P/E ratio (price-to-earnings ratio)

Rasio yang menunjukkan berapa kali harga saham suatu perusahaan dibandingkan dengan laba per sahamnya.

    24. Buy On Weakness

Buy on weakness adalah istilah yang digunakan dalam investasi saham yang berarti membeli saham ketika harganya sedang lemah atau turun. Ini bisa menjadi strategi yang menguntungkan bagi investor yang percaya bahwa harga saham akan kembali ke level yang lebih tinggi di masa mendatang. 

Ketika harga saham sedang lemah, investor bisa membeli saham tersebut dengan harga yang lebih rendah daripada harga normalnya, dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi di masa mendatang. 

Namun, strategi ini juga memiliki risiko yang terkait dengan fluktuasi harga saham yang tidak dapat diprediksi dengan pasti. Sebelum memutuskan untuk membeli saham dengan strategi "buy on weakness", sebaiknya pertimbangkan dengan hati-hati dan lakukan riset terlebih dahulu mengenai perusahaan yang bersangkutan dan kondisi pasar saham secara keseluruhan.


WWW.PARETOSAHAM.COM