KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SAHAM CYCLICAL

Saham Cyclical dan Non Cyclical adalah dua jenis saham yang memiliki karakteristik yang berbeda dan cocok untuk jenis investor yang berbeda pula. Teknik investasi nya pun jelas berbeda,

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis saham tersebut:

 
SAHAM CYCLICAL

Kelebihan:

  • Potensi keuntungan yang tinggi saat ekonomi sedang tumbuh
  • Harga saham yang cenderung naik seiring dengan kenaikan aktivitas ekonomi

Kekurangan:

  • Risiko yang lebih tinggi saat ekonomi sedang lesu
  • Harga saham yang cenderung turun saat aktivitas ekonomi sedang lesu


SAHAM NON CYCLICAL

Kelebihan:

  • Stabilitas harga yang lebih tinggi dibandingkan saham cyclical
  • Perusahaan non-cyclical cenderung lebih stabil dibandingkan perusahaan cyclical

Kekurangan:

  • Potensi keuntungan yang lebih rendah dibandingkan saham cyclical
  • Harga saham yang cenderung stabil dalam jangka panjang dan tidak memiliki kenaikan yang signifikan.

CONTOH 

Di Pasar Saham Indonesia, beberapa contoh saham cyclical yang dapat ditemukan adalah saham perusahaan sektor otomotif, properti, dan konstruksi. Contohnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) dari sektor otomotif, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dari sektor properti, dan PT Wijaya Karya (WIKA) dari sektor konstruksi.

 

Sedangkan beberapa contoh saham non-cyclical yang dapat ditemukan di Pasar Saham Indonesia adalah saham perusahaan dari sektor konsumsi, farmasi, dan perbankan. Contohnya, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dari sektor konsumsi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dari sektor farmasi, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dari sektor perbankan. Namun, ini hanyalah contoh dan perlu diingat bahwa pergerakan harga saham dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi pasar dan kinerja perusahaan.


Secara umum, saham cyclical lebih cocok untuk investor yang berani mengambil risiko dan memiliki jangka waktu investasi yang panjang. Sedangkan saham non cyclical lebih cocok untuk investor yang ingin menghindari risiko dan mencari stabilitas harga dalam jangka pendek. Namun, pilihan saham yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor sangat penting untuk dipertimbangkan.