Kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di segmen MRT Kembangan-Balaraja yang dikembangkan Intiland bersama MRT Jakarta dengan stasiun modern dan area properti terpadu di sekitarnya

PT Intiland Development Tbk makin agresif membidik peluang bisnis properti berbasis transportasi publik. Kali ini, emiten pengembang tersebut menjajaki pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di segmen MRT Kembangan-Balaraja.


Intiland Eksplorasi Proyek Properti Terpadu di Jalur MRT Timur-Barat

PT Intiland Development Tbk membuka peluang kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk mengembangkan kawasan TOD di sepanjang jalur MRT Lin Timur-Barat, khususnya pada koridor Kembangan hingga Balaraja.

Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, menyebut kerja sama ini menjadi langkah awal perseroan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan kawasan terpadu di wilayah Banten.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis Intiland dalam mendukung pengembangan kawasan TOD yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Archied dalam keterangannya di Surabaya, Rabu.

Anak Usaha Intiland Fokus Garap Kajian Perencanaan

Archied menjelaskan, Intiland melalui entitas anaknya PT Sinar Puspapersada akan memfokuskan kerja sama ini pada kajian perencanaan terpadu.

Kajian tersebut mencakup identifikasi potensi lokasi stasiun MRT yang terintegrasi dengan proyek kawasan terpadu Talaga Bestari, serta eksplorasi skema bisnis dan struktur proyek jangka panjang.

“Kami akan mengkaji potensi integrasi stasiun MRT dengan kawasan Talaga Bestari, sekaligus menyiapkan skema bisnis jangka panjangnya,” jelasnya.

Portofolio Intiland Sudah Terhubung dengan MRT Jakarta

Intiland menegaskan, perseroan memiliki rekam jejak dalam mengembangkan proyek properti yang terintegrasi dengan jaringan MRT Jakarta.

Beberapa proyek tersebut antara lain pusat belanja Poins di Lebak Bulus, kawasan perkantoran South Quarter, Apartemen SQ Res, Intiland Tower Jakarta, hingga Apartemen Fifty Seven Promenade.

Baca Juga : Sinyal Optimisme? Edwin Soeryadjaya Kembali Borong Saham SRTG


Bentuk Tim Kerja Bersama untuk Pengembangan MRT Kembangan-Balaraja

Dalam nota kesepahaman ini, kedua pihak juga sepakat membentuk joint working group guna menyusun rencana kerja bersama.

Tim ini akan membahas kajian pengembangan jalur MRT Kembangan-Balaraja, termasuk aspek interkoneksi dan integrasi kawasan TOD.

“Kami berharap bisa berkontribusi aktif dalam menghadirkan pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik,” tutup Archied.


Sumber Data

Informasi dalam artikel ini bersumber dari keterbukaan informasi dan pemberitaan resmi IQPlus (5 Februari 2026), serta keterangan PT Intiland Development Tbk terkait penjajakan kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) segmen Kembangan-Balaraja.

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi publik. Seluruh data dan pernyataan yang dimuat berdasarkan sumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi investasi, ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Investor disarankan melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.