Kinerja Fundamental Laporan Keuangan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) pada 2025 mencatat pendapatan Rp2,36 triliun. Meski pendapatan MINE naik dibanding 2024, laba bersih perseroan justru turun menjadi Rp202,02 miliar akibat kenaikan beban pokok pendapatan.
1. Pendapatan MINE Naik Jadi Rp2,36 Triliun
Kinerja keuangan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menunjukkan pertumbuhan dari sisi pendapatan sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp2,36 triliun.
Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,11 triliun.
Kenaikan tersebut mencerminkan aktivitas operasional perusahaan yang masih tumbuh, terutama di sektor jasa pertambangan yang menjadi lini bisnis utama perseroan.
2. Beban Pokok Pendapatan Naik Signifikan
Di balik kenaikan pendapatan, perusahaan menghadapi lonjakan biaya operasional.
Dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis (12/3), disebutkan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp1,95 triliun.
Pada tahun sebelumnya, angka tersebut tercatat sebesar Rp1,56 triliun.
Kenaikan biaya ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan profitabilitas perusahaan.
3. Laba Bruto Turun Jadi Rp405,81 Miliar
Akibat meningkatnya beban pokok pendapatan, laba bruto MINE ikut mengalami penurunan.
Sepanjang 2025, laba kotor perseroan tercatat Rp405,81 miliar.
Padahal pada tahun sebelumnya, perusahaan masih mampu mencatat laba bruto sebesar Rp557,93 miliar.
Penurunan ini menunjukkan bahwa margin keuntungan perusahaan mengalami penyusutan meski pendapatan meningkat.
4. Laba Usaha Ikut Tertekan
Di sisi lain, perusahaan sebenarnya berhasil menekan beban usaha.
Sepanjang 2025, beban usaha tercatat Rp99,63 miliar, turun dari Rp124,69 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun efisiensi tersebut belum mampu menahan tekanan dari kenaikan biaya produksi.
Akibatnya, laba usaha MINE turun menjadi Rp306,17 miliar, dibandingkan Rp433,23 miliar pada tahun sebelumnya.
5. Laba Bersih Turun Jadi Rp202,02 Miliar
Tekanan pada kinerja operasional akhirnya tercermin pada laba bersih perusahaan.
Hingga akhir 2025, laba sebelum pajak tercatat Rp216,52 miliar, turun dari Rp393,85 miliar pada tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan pajak, laba tahun berjalan MINE tercatat Rp202,02 miliar.
Angka ini lebih rendah dibanding laba bersih Rp306,14 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Aset dan Liabilitas MINE Ikut Naik
Selain laporan laba rugi, perubahan juga terlihat pada struktur neraca perusahaan.
Total aset MINE tercatat sebesar Rp2,07 triliun hingga 31 Desember 2025, meningkat dari Rp1,61 triliun pada akhir 2024.
Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,14 triliun, dari sebelumnya Rp1,00 triliun.
Kenaikan ini biasanya mencerminkan adanya aktivitas ekspansi maupun peningkatan kebutuhan pendanaan operasional perusahaan.
Baca Juga : 5 Fakta Kinerja Gacor Fundamental Saham Superbank (SUPA) 2025
Profil Singkat PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan kontraktor tambang.
Perseroan menyediakan berbagai layanan pendukung industri pertambangan, mulai dari kegiatan penambangan hingga logistik tambang.
Model bisnis ini membuat MINE berperan sebagai mitra operasional bagi perusahaan tambang dalam menjalankan aktivitas produksi.
Produk dan Layanan Andalan
Beberapa layanan utama yang menjadi andalan perseroan antara lain:
1. Jasa Kontraktor Penambangan
Mencakup aktivitas penambangan dari tahap pengupasan tanah hingga penggalian material tambang.
2. Pengangkutan Material Tambang
Perusahaan menyediakan layanan transportasi untuk memindahkan material tambang dari lokasi tambang ke titik distribusi.
3. Penyewaan Alat Berat
MINE juga menyediakan berbagai alat berat yang digunakan dalam kegiatan operasional pertambangan.
Layanan-layanan tersebut menjadi sumber utama pendapatan perseroan.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
,%20emiten%20jasa%20kontraktor%20tambang%20yang%20mencatat%20pendapatan%20Rp2,36%20triliun%20pada%202025..webp)
0Komentar