Glencore jual NCKL

Pareto Saham, Pergerakan kepemilikan saham oleh investor besar kerap menjadi sorotan pasar. Bukan semata karena nilainya yang besar, tetapi juga karena implikasinya terhadap struktur pemegang saham dan hak suara di sebuah emiten. Inilah yang terjadi pada PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), setelah salah satu pemegang saham institusionalnya, Glencore plc, melaporkan pengurangan kepemilikan secara bertahap.

Siapa Glencore? Perusahaan Global di Sektor Komoditas dan Pertambangan

Glencore plc merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di sektor komoditas, dengan cakupan bisnis yang luas mulai dari pertambangan, pengolahan, hingga perdagangan berbagai komoditas utama dunia. Perusahaan ini berbasis di Swiss dan dikenal sebagai salah satu pemain global terbesar dalam perdagangan bahan baku seperti logam, mineral, energi, dan produk pertanian.

Dalam kegiatan operasionalnya, Glencore tidak hanya berperan sebagai produsen melalui kepemilikan dan pengelolaan aset tambang, tetapi juga sebagai pedagang (trader) komoditas di pasar internasional. Komoditas yang menjadi bagian dari portofolio Glencore antara lain nikel, tembaga, kobalt, batu bara, seng, hingga minyak dan gas. Model bisnis ini membuat Glencore memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika harga komoditas global.

Di pasar modal, Glencore juga dikenal aktif sebagai investor strategis di berbagai perusahaan pertambangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kepemilikan saham tersebut dapat berubah seiring dengan strategi portofolio, kebutuhan likuiditas, atau pertimbangan bisnis lainnya. Oleh karena itu, aksi jual atau beli saham yang dilakukan Glencore umumnya dipandang sebagai bagian dari pengelolaan investasi, bukan semata-mata mencerminkan penilaian tunggal terhadap kinerja satu perusahaan tertentu.

Penjualan Saham Dilakukan Bertahap Sejak Akhir 2025

Glencore plc menyampaikan telah melakukan aksi penjualan saham NCKL sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Dalam periode tersebut, penjualan tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui beberapa tahap transaksi di pasar.

Secara akumulatif, jumlah saham yang dilepas mencapai 204.970.100 lembar saham. Seluruh transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai penjualan saham biasa dengan status kepemilikan tidak langsung, yang dilakukan melalui entitas anaknya, Glencore International Investments Ltd.

Rincian Waktu dan Harga Transaksi

Aksi divestasi ini dimulai pada 29 Desember 2025, dengan pelepasan sebanyak 3.281.900 saham pada harga Rp1.129 per lembar. Keesokan harinya, Glencore kembali menjual 5.000.000 saham di harga Rp1.137.

Memasuki awal tahun 2026, tepatnya pada 2 Januari 2026, penjualan berlanjut dengan pelepasan 10.000.000 saham di harga Rp1.167 per lembar. Aktivitas transaksi meningkat signifikan pada 6 dan 7 Januari 2026, di mana masing-masing sebanyak 64.237.600 saham dan 122.450.600 saham dilepas ke pasar.

Dalam rangkaian transaksi tersebut, harga pelaksanaan tertinggi tercatat pada 7 Januari 2026, yakni sebesar Rp1.414 per saham.

Dampak terhadap Porsi Kepemilikan dan Hak Suara

Rangkaian aksi jual ini berdampak langsung pada porsi kepemilikan Glencore plc di NCKL. Sebelum penjualan dimulai, Glencore tercatat menguasai 4.534.708.000 saham, yang setara dengan 7,20% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Setelah seluruh transaksi selesai, jumlah saham yang masih dimiliki Glencore plc berkurang menjadi 4.329.737.900 saham. Dengan demikian, persentase kepemilikan dan hak suara Glencore plc di NCKL menyusut menjadi 6,87%.

Catatan untuk Investor

Pengurangan kepemilikan oleh pemegang saham institusional merupakan bagian dari dinamika pasar modal dan dapat terjadi karena berbagai pertimbangan strategis. Informasi ini menjadi relevan bagi investor untuk memahami perubahan struktur pemegang saham, tanpa serta-merta mencerminkan penilaian tertentu terhadap kinerja atau prospek perusahaan.