SAHAM SOLA RAIH idBBB dari Pefindo

Pareto Saham, Kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap fundamental keuangan PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) masih terjaga. Di tengah dinamika industri energi dan konstruksi yang penuh tantangan, perusahaan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kehati-hatian finansial.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat idBBB+ dengan prospek stabil untuk PT Xolare RCR Energy Tbk. Penetapan ini mencerminkan struktur permodalan perseroan yang relatif konservatif serta kemampuan perusahaan dalam menjaga margin laba yang tinggi.

Struktur Modal Kuat, Tapi Ada Risiko Konsentrasi Pelanggan

PEFINDO menilai, kekuatan utama SOLA terletak pada struktur permodalan yang solid dan kinerja profitabilitas yang terjaga. Namun demikian, peringkat tersebut masih dibatasi oleh basis pelanggan yang terkonsentrasi serta paparan terhadap fluktuasi harga batu bara, yang dapat memengaruhi stabilitas pendapatan perseroan.

Kondisi ini membuat ruang perbaikan peringkat tetap terbuka, namun dengan sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi.

Peluang Kenaikan Peringkat Masih Terbuka

PEFINDO menyebutkan, peringkat SOLA berpotensi ditingkatkan apabila perseroan mampu memperkuat kehadirannya di pasar melalui pengembangan berbagai proyek baru dan melakukan diversifikasi basis pelanggan.

Selain itu, perusahaan juga diharapkan dapat mempertahankan tingkat profitabilitas yang sehat serta struktur modal yang konservatif secara berkelanjutan.

Risiko Penurunan Jika Utang Meningkat Agresif

Di sisi lain, PEFINDO mengingatkan bahwa peringkat dapat diturunkan jika SOLA meningkatkan jumlah utang melebihi proyeksi untuk membiayai ekspansi atau kebutuhan modal kerja, tanpa diimbangi pertumbuhan pendapatan yang memadai.

Kondisi tersebut dinilai berisiko melemahkan profil keuangan perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Profil Bisnis dan Lini Usaha SOLA

Didirikan pada tahun 2014, SOLA bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC), dengan fokus utama pada pengerjaan proyek jalan hauling.

Melalui anak usahanya, perseroan juga menjalankan bisnis di sektor industri, antara lain aspal modifikasi dan bahan konstruksi, serta sektor energi yang mencakup panel surya dan pembangkit listrik.

Baca Juga : Prospek dan Analisa usai Cetak Laba dan Gandeng Perusahaan Amerika Serikat

Empat Pabrik Aspal dan Struktur Pemegang Saham

Saat ini, SOLA mengoperasikan empat pabrik aspal yang berlokasi di Sumatra Selatan, Demak, Tuban, dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan data per 30 September 2025, struktur pemegang saham SOLA terdiri dari:

  • PT Energi Hijau Investama: 57,85%

  • PT Xolabit Terminal Bitumen: 9,37%

  • PT Asha Raharja Persada: 7,92%

  • Mochamad Bhadaiwi: 3,82%

  • Imam Buchairi: 2,08%

  • Masyarakat/Public: 18,96%


Footnote Sumber Data:
¹ Rilis resmi PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dikutip dari IQPlus, 7 Januari 2026.

Disclaimer:
Artikel ini disajikan sebagai informasi dan referensi. Bukan ajakan beli atau jual. Seluruh data bersumber dari pihak ketiga yang dianggap kredibel. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini.