PT Gozco Capital memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang saham di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan menambah porsi kepemilikan saham pada 15 Januari 2026. Langkah ini mencerminkan kepercayaan investor institusional terhadap prospek pertumbuhan bank berbasis digital tersebut di tengah kompetisi ketat di sektor perbankan digital.
Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh manajemen BBYB, Gozco Capital disebut telah membeli saham BBYB sebanyak 207.000.000 lembar di harga Rp474 per saham.
“Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tuturnya.
Pasca transaksi, total kepemilikan saham PT Gozco Capital di BBYB meningkat menjadi 1,24 miliar lembar saham, atau setara dengan 9,31% dari total saham yang beredar. Sebelumnya, porsi kepemilikannya adalah 1,035 miliar lembar saham atau sekitar 7,76%.
Baca Juga : Bedah Mendetail Fundamental Saham Super Bank (SUPA)
Tentang Bank Neo Commerce (BBYB) dan Produk Unggulannya
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) adalah bank yang mengusung model perbankan digital penuh tanpa mengandalkan jaringan kantor cabang fisik yang luas seperti bank tradisional. Fokus utama BBYB adalah menyediakan layanan keuangan modern yang dapat diakses melalui aplikasi mobile.
Produk unggulan BBYB yang dikenal luas adalah aplikasi perbankan digital Neo+. Aplikasi ini dirancang untuk masyarakat umum — termasuk investor pemula yang ingin melakukan transaksi perbankan praktis — dengan fitur utama sebagai berikut:
-
Pembukaan rekening online tanpa perlu datang ke cabang;
-
Transaksi transfer dan pembayaran yang cepat dan mudah via ponsel;
-
Fitur menabung dan deposito digital dengan suku bunga bersaing;
-
Promo bunga dan cashback yang menarik pengguna baru;
-
Integrasi layanan keuangan lainnya yang memberikan pengalaman digital penuh.
Keunggulan ini membuat BBYB populer di kalangan nasabah digital-savvy dan menjadi salah satu bank digital yang menarik bagi investor institusi seperti Gozco Capital.
Reaksi Pasar dan Tren Saham BBYB
Penambahan kepemilikan saham ini dapat dilihat oleh pelaku pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan BBYB di masa depan, terutama karena persaingan perbankan digital di Indonesia kian intens dengan banyak pemain baru dan inovasi layanan yang terus berkembang.

0Komentar