Saham MEJA Naik Siginifikan, ini penjelasannya. Lonjakan harga saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) belakangan ini bukan tanpa alasan. Dalam sebulan terakhir, saham MEJA tercatat melesat hingga 64,29% berdasarkan data Google Finance (periode 6 Desember 2025–6 Januari 2026), seiring mencuatnya rencana ekspansi besar perseroan ke sektor batu bara.
Penguatan saham tersebut mendapat sentimen positif setelah MEJA mengumumkan rencana strategis berupa akuisisi saham perusahaan tambang batu bara, PT Trimata Coal Perkasa. Aksi korporasi ini dinilai pasar sebagai katalis penting yang membuka potensi pertumbuhan bisnis jangka menengah hingga panjang.
Awal Rencana Akuisisi Batu Bara
Manajemen MEJA mengungkapkan, rencana akuisisi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat antara pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (Triple B), dan pemegang saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa.
Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, menyampaikan bahwa kesepakatan awal itu telah ditandatangani pada 22 Desember 2025.
“Kesepakatan awal telah ditandatangani pada 22 Desember 2025. Selanjutnya, proses akuisisi akan dijalankan sesuai dengan mekanisme serta ketentuan yang berlaku di pasar modal,” ujar Richie dalam keterangan resminya.
Nilai Akuisisi Rp1,6 Triliun
Direktur PT Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli, menjelaskan bahwa rencana akuisisi ini merupakan bagian dari komitmen pengendali untuk memperkuat fondasi bisnis dan arah pengembangan MEJA ke depan.
Dalam kesepakatan awal tersebut, nilai akuisisi 45% saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa disepakati sebesar Rp1,6 triliun dan akan direalisasikan melalui beberapa tahapan pembayaran.
“Akuisisi ini merupakan bagian dari komitmen pengendali untuk memperkuat fondasi dan pengembangan usaha MEJA ke depan,” kata Noprian.
Ia menambahkan, porsi saham yang akan diambil telah memenuhi persyaratan untuk menjadikan MEJA sebagai pemegang saham pengendali di PT Trimata Coal Perkasa.
“Saham yang akan diakuisisi memiliki hak yang memenuhi persyaratan sehingga MEJA nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali di PT Trimata Coal Perkasa,” tegasnya.
Noprian juga memastikan tidak terdapat hubungan afiliasi antara PT Triple Berkah Bersama dan PT Trimata Coal Perkasa.
Baca Juga : Anak Emiten Ratu akuisisi perusahaan baru
Aset Batu Bara Jumbo di Sumatera Selatan
PT Trimata Coal Perkasa diketahui memiliki aset batu bara berskala besar di Sumatera Selatan, dengan luas konsesi sekitar 11.640 hektare.
Berdasarkan laporan JORC yang disusun konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, perusahaan ini memiliki estimasi sumber daya batu bara tertambang (mineable coal resources) sekitar 693,7 juta ton. Hampir seluruh cadangan tersebut memiliki nilai kalori di atas 5.000 kkal/kg.
Selain itu, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) IUP Operasi Produksi yang telah disetujui instansi berwenang, PT Trimata Coal Perkasa mengantongi izin produksi batu bara untuk periode 2024–2026 dengan total volume mencapai 2,6 juta ton.
Triple B Resmi Jadi Pengendali MEJA
Sebagai catatan, PT Triple Berkah Bersama resmi menjadi pemegang saham pengendali baru MEJA setelah merampungkan transaksi jual beli 878.845.100 saham biasa melalui pasar negosiasi pada 3 Desember 2025.
Harga pelaksanaan transaksi tersebut ditetapkan sebesar Rp20 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp17,57 miliar.
Strategi Bisnis 2026 Tetap Jalan
Di luar rencana akuisisi batu bara yang menjadi katalis penguatan saham, MEJA juga menegaskan tetap fokus memperkuat lini bisnis jasa pengadaan interior dan furniture pada 2026.
Langkah ini diambil seiring prospek segmen tersebut yang diperkirakan terus tumbuh. Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit MEJA, Evie Feniyanti, sebelumnya menyampaikan bahwa fokus tersebut didasarkan pada kinerja jasa interior dan furniture yang melesat sepanjang tahun ini.
Sumber Data
- Data pergerakan harga saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) periode 1 bulan terakhir (6 Desember 2025–6 Januari 2026) mengacu pada Google Finance, dengan kenaikan tercatat sebesar 64,29%.
- Informasi rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa, nilai transaksi, struktur kepemilikan saham, serta data sumber daya dan RKAB mengacu pada siaran pers resmi PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan keterbukaan informasi perseroan.
- Data estimasi sumber daya batu bara PT Trimata Coal Perkasa mengacu pada laporan JORC yang disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates.
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan sebagai informasi dan referensi, bukan sebagai ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, termasuk kondisi pasar, sentimen, dan kebijakan regulator. Pembaca diharapkan melakukan analisis mandiri dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini.

0Komentar